Aktualita

Krisis Listrik, Warga Demo PLN dan Pemda Butur

Sekda Butur La Ide Baharuddin didampingi Kadistamben Armin ketika menemui para pendemo di kantor sekretariat daerah, Senin (19/12). (FOTO: DARSO/BKK)

BURANGA, BKK –  Puluhan warga yang tergabung dalam solidaritas masyarakat Kulisusu Utara menggelar unjuk rasa di jantor Unit Perusahaan Listrik Negara  (PLN) Buton Utara dan Kantor Sekretariat Pemerintah Daerah  setempat. Mereka menuntut pihak PLN dan Pemda memberikan solusi agar masalah pemadaman bergilir  segera berakhir.

Kesabaran masyarakat Kabupaten Buton Utara akan krisis listrik dengan dilakukannya pemadaman secara bergilir tanpa teratur  belakangan ini akhirnya tak terbendung lagi.

Kordinator Aksi Solidaritas Masyarakat Kulisusu Utara,  Jumardin mengatakan pemadaman bergilir telah banyak merugikan warga setempat mengingat kebutuhan arus listrik sangat penting dalam memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari dan memicu melemahnya  pertumbuhan ekonomi di daerah setempat.

“Kami mendesak kepada Pemda untuk segera berkoordinasi dengan pihak PLN dan Dinas Pertambangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Buton Utara untuk mengatasi masalah penerangan listrik yang menerpa masyarakat beberapa bulan terakhir,” desak Jumardin saat melakukan unjuk rasa di Kantor Sekretariat Daerah yang kemudian dilanjutkan di Kantor Unit Pelayanan PLN Buton Utara, Senin (19/12).

Dijelaskan Jumardin, berdasarkan regulasi konsumen berhak mendapatkan pelayanan yang baik dengan mendapatkan tenaga listrik yang menjadi haknya dengan harga yang wajar. Akan tetapi, pihak PLN dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir ini tidak memberikan pelayanan secara maksimal kepada warga Butur dengan memberlakukan pemadaman secara bergilir.

Bahkan, tambah dia tanpa ada penjelasan mengapa kebijakan pemadaman bergilir harus ditempuh dan tak terhindarkan lagi telah membuat rugi warga selaku konsumen apalagi para pelaku usaha.
“Perlakuan yang dilakukan oleh pihak PLN sudah sangat merugikan masyarakat. Kami masyarakat Butur, khususnya dari Kulisusu Utara sangat merindukan pelayanan listrik yang maksimal,”ujarnya.

Massa unjuk rasa juga mendesak Kantor Unit Pelayanan PLN Butur mengganti semua kerugian yang dialami masyarakat selama dilakukan pemadaman dan segera melakukan pelayanan maksimal secara terus menerus tanpa adanya pemadaman bergilir lagi. “Apabila dalam kurun waktu tujuh hari pihak PLN belum mampu memberikan pelayanan maksimal maka kami mendesak agar kepala Unit PLN Butur agar dicopot dari jabatannya,” ancam Jumardin yang diikuti teriakan massa lainnya.

Menanggapi desakan masyarakat tersebut, Sekda Butur La Ode Baharuddin yang didampingi Kadis Pertambangan dan Energi Butur, Armin saat menemui pengunjuk rasa mengungkapkan bahwa dengan adanya pemadaman listrik tersebut tentunya sangat merugikan masyarakat. Namun, karena adanya kondisi yang tak bisa dihindarkan, maka pihak PLN terpaksa melakukan pemadaman.

Meskipun demikian, pihak Pemda akan terus juga berkoordinasi dengan PLN untuk segera mencarikan solusi akan hal itu.
“Kami juga sebetulnya sangat sayangkan dengan adanya pemadaman ini, tapi kita perlu bersabar dan jangan emosi akan krisis listrik ini,”tuturnya.

Sementara itu, Armin menjelaskan  pemadaman bergilir harus ditempuh oleh pihak PLN. Hal itu dikarenakan imbas dari daya yang tak mampu melayani seluruh kebutuhan listrik warga secara bersamaan.

Akibatnya empat mesin yang sebelumnya beroperasi mengalami kerusakan dan tengah diperbaiki karena umur mesin yang tua ada sejak tahun 1985, sehingga mau tak mau pemadaman secara bergilir harus diberlakukan. ” Sebanyak delapan mesin yang ada. Hanya ada empat yang beroperasi secara kalkulasi daya mesin yang berfungsi  tak mampu melayani kebutuhan listrik warga Butur secara bersamaan. Sehingga diberlakukan pemadaman bergilir,” jelasnya.

Pihak pemda Butur bersama legislatif  telah pro aktif dalam menyelesaikan krisis listrik yang menerpa beberapa pekan terakhir.  Belum lama ini, ungkap Armin bersama Wakil Bupati Ramadio dan komisi II DPRD setempat telah melakukan koordinasi dengan pihak PLN di Makassar untuk mengatasi krisis listrik yang terjadi di Butur.

“Kepada warga untuk bersabar, mengingat April tahun 2017 Butur kebagian tiga mesin pembangkit dengan kapasitas 1.500 kwh,”imbuhnya.(k5/b/lex)

To Top