Lingkar Sultra

Tak Satu pun Pedagang Miras Kantongi Izin

WANGGUDU, BKK- Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Konawe Utara memastikan belum ada satu pun pedagang minuman keras yang mengantongi izin resmi. Karena itu, seluruh penjualan miras di wilayah Konut adalah ilegal.
Hal tersebut ditekankan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disperindagkop, La Ondjo, Jumat (16/12). “Selama saya menjabat sebagai Plt kadis, belum ada pedagang yang memegang surat izin penjualan Miras. Sampai sekarang pun tidak ada yang memasukkan permohonan izin,” kata La Ondjo.
La Ondjo juga menyatakan pihaknya siap melakukan penertiban penjualan Miras mengingat liburan akhir tahun sudah dekat. Pasalnya, miras sering menjadi bagian dari pesta foya-foya dan karena itu membuat permintaan miras meningkat di akhir tahun.

“Jika kita dapatkan pedagang Miras yang masih buka, akan diberikan
teguran. Kalau masih ada yang bandel akan kami sorong ke pihak berwajib. Ini bukan untuk mengantisipasi kerawanan sosial pada natal dan tahun baru saja, tapi seterusnya,” kata La Ondjo.

Lebih lanjut dia katakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran untuk membantu penertiban perdagangan Miras ini. Selain itu, diharapkan juga seluruh pihak membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Miras sangat berpengaruh buruk, terutama menjadi pemicu kriminalitas.

Sementara itu, jajaran kepolisian sektor (Polsek) Asera juga bakal melakukan operasi serupa, menjelang Natal dan Tahun Baru 2017. Tidak hanya
menertibkan peredaran Miras, pihak kepolisian juga akan menggelar Operasi Lilin.

Kapolsek Asera, AKP Muhammad Basir melalui Kepala Unit Satuan Lalu Lintas (Kanit Lantas), Inspektur Dua (Ipda) Rustam Dahlan mengatakan, operasi ini akan melibatkan aparat gabungan, baik TNI hingga Satpol PP. Operasi Lilin akan dimulai pada pekan ini.

“Rencana tanggal 23 sudah mulai jalan. Kita akan gelar pasukan dulu di
Polres Konawe. Sasarannya kita perketat pada pemeriksaan surat-surat
kendaraan, senjata tajam, serta hal-hal yang bisa timbulkan kerawanan,” ungkapnya.

Berlangsung selama 20 hari, aparat gabungan ini bakal mendirikan
pos-pos pengamanan di beberapa titik yang dianggap rawan. Dengan harapan perayaan natal dan tahun baru berjalan aman dan terkendali. (k7/b/aha)

To Top