Ruksamin Teken MOU Amnesti Pajak – Berita Kota Kendari
Aktualita

Ruksamin Teken MOU Amnesti Pajak

Bupati Konut, Ruksamin saat menandatangani MoU Pengampunan
Pajak di Aula Konasara, jumat (16/12). Foto: Vely BKK

WANGGUDU, BKK – Bupati Konawe Utara (Konut) tanda tangani Momerandum of
Understanding (MoU) pengampunan pajak dengan kantor pelayanan pajak
(KPP) Pratama kendari. Penandatanganan kesepakatan itu berlangsung di
aula Konasara, Jumat (16/12).

Sebelum penandatanganan, bupati dengan masa jabatan delapan bulan ini
sudah tercatat sebagai peserta program amnesti pajak tersebut. Dirinya
bersama wakil bupati, Raup sudah menyerahkan Surat Pernyataan Harta
(SPH) ke pihak KPP Pratama Kendari. Sekaligus membayar sejumlah uang
tebusan.

Ruksamin berharap seluruh wajib pajak di kabupaten Konut segera
mengikuti program tersebut. Pasalnya, hingga pendatanganan MoU, baru
dirinya serta wakil bupati yang ikut amnesti pajak. Padahal, jumlahnya
berdasarkan SPT mencapai 3733 wajib pajak.

“Untung saja tadi kita sudah serahkan. Saya dengan bapak wakil bupati.
Tapi ini sudah beberapa bulan kita ikuti. Saya harap ini akan dicontoh
oleh teman-teman,” pinta Ruksamin.

Minimnya animo wajib pajak di Konut untuk mengikuti program ini
menurut Ruksamin tidak sepenuhnya kesalahan para wajib pajak itu
sendiri. Kebanyakan, wajib pajak di Konut juga berdomisili di luar
kabupaten Konut sehingga bisa saja tercatat di daerah lain.

“Lebih banyak yang berdomisili di Kendari atau Konawe. Bisa juga tidak
tau apa itu amnesti pajak. Atau bahkan takut. Saya saja dan pak wakil
sempat tidak mau karena takut. Makanya sosialisasi ini sangat perlu,”
lanjut Ruksamin.

Kepala KPP Pratama Kendari, Joko Rahutomo mengungkap kesepakatan
bersama itu lahir karena adanya kepentingan dari kedua belah pihak
terkait sumber dana pembangunan. Senada dengan bupati, dirinya
berharap para wajib pajak di Konut segera mengikuti program
pengampunan pajak atau tax amnesty.

Joko menambahkan  wajib pajak di kabupaten Konut seluruhnya berjumlah
4216 wajib pajak. Dari jumlah itu, 335 diantaranya sudah menyelesaikan
kewajiban pajaknya. Sejak awal tahun 2016, pemasukan negara dari
sektor pajak di Konut mencapai Rp 37 miliar. Sedangkan dari APBD
Konut, setoran pajak mencapai Rp 27 miliar dari realisasi belanja
daerah.

“Saya harap segera susul pimpinannya. Kalau tidak ikut, jika diketahui
ada aset maka akan dikenakan pajak dengan tarif normal. Sementara saat
ini tax amnesti tarifnya hanya 3 persen. Periode berikutnya akan naik
5 persen,” jelas Joko. (k7/b/lex)

To Top