Puluhan Mahasiswa Asal Wakatobi Laporkan Kadishub atas Dugaan Korupsi – Berita Kota Kendari
Beranda

Puluhan Mahasiswa Asal Wakatobi Laporkan Kadishub atas Dugaan Korupsi

Puluhan mahasiswa asal Wakatobi Unjuk Rasa di Depan Polda Sultra
(Faisal/BKK)

KENDARI, BKK– Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Konsorsium Mahasiswa Wakatobi yang unjuk rasa di depan Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terkait persoalan pekerjaan pendalaman alur masuk dermaga kapota tahap satu hingga tahap dua.

Koordinator lapangan aksi unjuk rasa, Filman Ode mengatakan, dalam tahap pertama dengan nilai kontrak kurang lebih Rp 1 miliar yang dikerjakan pada tahun anggaran 2015. Dalam proses pekerjaannya, terjadi beberapa kesalahan pekerjaan karena menyalahi kontrak.

“Dalam kontrak tahap satu, bahwa pendalaman tersebut dua meter kedalam pekerjaan ketika air laut surut. Tetapi fakta di lapangan hanya mencapai satu meter kedalam saja sehingga para kapal yang masuk selalu kandas ketika air surut,” ujar Filman dalam orasinya di depan Polda Sultra, Jumat (16/12).

Filman melanjutkan, dalam tahap kedua yang baru-baru selesai pada Agustus 2016 dengan perusahaan CV TOMBINO PERKASA, dengan nilai kontrak sebesar Rp 1 milar lebih. Hal ini juga menuai banyak persoalan.

Filman menyebutkan, salah satu permasalahan yang terjadi yaitu pekerjaan yang diduga belum selesai sampai saat ini. Sehingga, perusahaan ini dianggap menjadi tidak taat hukum dengan kewajiban yang mestinya mereka penuhi dalam hal ini denda keterlambatan pekerjaan 1/1000 X jumlah kontrak sesuai dengan perpres No 54 tahun 2010.

“Artinya sampai sekarang ini ada 124 hari keterlambatan sehingga denda yang mestinya dibayarkan Rp 198 juta,” tuturnya.

Pihaknya mensinyalir dalam dua kali tahapan pekerjaan tidak memiliki AMDAL. Sementara sesuai dengan rujukan, mestinya sebelum pekerjaan itu dilaksanakan maka yang terpenting adalah dokumen soal AMDAL sudah harus ada.

“Maka besar dugaan kami jikalau Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Wakatobi beserta kontraktor dan Pejabat Pembuat Kebijakan (PPK) melakukan korupsi berjamaah untuk memperkaya diri mereka,” tandasnya.

Dengan membawa bukti-bukti pekerjaan alur masuk pelabuhan Kapota oleh itu mereka mendesak pihak Polda Sultra untuk melakukan penyidikan dan penyelidikan terkait dugaan korupsi Pelabuhan Kapota. Selain itu, massa aksi juga mendesak pihak Polda Sultra untuk segera memeriksa dan menangkap Kadis Perhubungan Wakatobi, PPK dan Kontraktor pekerjaan.

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Tipikor Polda Sultra, AKP Honesto R Dasingolo menerima massa aksi di ruangannya untuk kemudian mendengarkan tutuntutan massa aksi.

Setelah menerima berkas bukti-bukti pekerjaan alur masuk Pelabuhan Kapota, AKP Honesto mengatakan, akan memeriksa terlebih dahulu untuk kemudian berkonsultasi dengan Kapolda Sultra terkait permasalahan ini.

“Saya harap adik-adik mahasiswa untuk bersabar, berkas ini akan kami konsultasikan kepada bapak Kapolda untuk kemudian kita tindak lanjuti,” ungkapnya.(p11/c/nur)

To Top