Unilaki Tiadakan Wisuda Sampai 2018 – Berita Kota Kendari
Mahasiswa

Unilaki Tiadakan Wisuda Sampai 2018

UNAAHA, BKK- Perselisihan dalam yayasan yang menaungi Universitas Lakidende (Unilaki), Kabupaten Konawe makin berada di jalan buntu. Selain upaya saling klaim sebagai pihak pendiri, situasi kampus makin memanas atas munculnya pro dan kontra antar tenaga pengajar (dosen).

Dekan Fakultas Hukum Unilaki, Jaya Satria mengungkapkan, dengan terjadinya persoalan tersebut, jajaran kampus saat ini mengambil kebijakan untuk tidak melakukan wisuda hingga 2018 mendatang, sembari menunggu kepastian hukum tetap mengenai yayasan yang sah sebagai penyelenggara Unilaki.

“Kami belum lama melakukan rapat dipimpin ibu yayasan (Amina Rasak Porosi). Kita membahas tentang dosen-dosen yang hadir pada pelantikan rektor di rumah Basrim Suprayogi,” kata juru bicara yayasan Unilaki Lakidende Rasak Porosi ini saat dihubungi, Kamis (15/12).

Dikatakannya, saat ini sedang terjadi masalah di Unilaki atas tumpang tindihnya yayasan yang menaungi kampus. Kedua kubu yakni Yayasan Lakidende Rasak Porosi yang didirikan 2010 da pendirinya terdiri Abdul Rasak Porosi, Sirajuddin Taora dan Asriani kemudian Yayasan Lakidende yang pendirinya Basrin Suprayogi Cs yang muncul belakangan di 2016 ini, sama-sama mengklaim merupakan perubahan dan kelanjutan dari Yayasan Lakidende 1995 yang merupakan yayasan lama dan pertama menaungi Unilaki sejak pertama berdiri.

“Mereka ini adalah para pendiri Unilaki yang kemudian pecah kongsi,” ungkapnya.

Menurutnya, kubu Basrim Cs saat ini memiliki rektor versi tersendiri yang ditunjuk dan telah dilantik, penjabatnya adalah Arifin Banasuru. Namun demikian, kebijakan dan pengelolaan administrasi masih diambil alih Prof H Masihu Kamaluddin selaku rektor kubu Amina Rasak Porosi.

Ia menilai, pengangkatan penjabat rektor versi Basrim Cs ini tidak prosedural. Sebab, dalam mekanisme harusnya Arifin Banasuru dilantik pejabat dari Kopertis, namun pada kenyataannya saat proses pelantikannya tidak satupun pejabat berwewenang yang ikut hadir.

“Sekarang ini seluruh administrasi mulai dialihkan menjadi Yayasan Lakidende Rasak Porosi. Termasuk pada ijazah alumni. Utamanya Fakultas Teknik karena berdiri 2012. Sedangkan delapan jurusan lainnya masih menggunakan yayasan lama karena izin operasionalnya sampai 2018 namun dengan adanya masalah ini, dimungkinkan tidak dilakukan wisuda sampai rampung pengurusan administrasi perubahannya,” ungkapnya.

Hal berbeda diungkapkan mantan Rektor Unilaki, H Saiful Bachri. Menurutnya, yayasan versi Amina Porosi bukan kelanjutan dari yayasan lama, tetapi merupakan yayasan baru. Hal itu ia ketahuinya saat menjabat sebagai rektor di 2011-2015.

“Pernah ada bantuan PHP dari Dikti sebesar Rp 600 juta. Saat itu sebagai kelengkapan administrasi kami usulkan Yayasan Lakidende Rasak Porosi atas perintah ketua yayasan (Amina Rasak Porosi). Namun, Dikti menolak karena yang tercatat dalam SK adalah yayasan lama sebagai penyelenggara Unilaki. Jadi saat kita usulan kami rubah dengan dokumen yayasan lama dan barulah disetujui,” paparnya.

Ia menilai, seandainya yayasan versi Amina Rasak Porosi ini merupakan lanjutan dari yayasan lama maka Dikti tidak akan menolak dokumen tersebut. Dengan demikian, ia menganggap yayasan itu adalah yayasan baru yang tidak ada hubungannya dengan yayasan lama.

“Sejak menjabat menjadi rektor seluruh kebijakan yang berkaitan dengan administrasi, termasuk izin operasional kampus itu masih menggunakan yayasan lama. Bukan yayasan baru itu,”tuturnya via telepon. (cr4/b/nur)

To Top