Pelabuhan Kasipute akan Atur Ulang Jadwal Keberangkatan – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Pelabuhan Kasipute akan Atur Ulang Jadwal Keberangkatan

RUMBIA, BKK- Otoritas Pelabuhan Kasipute, Kabupaten Bombana kemungkinan akan mempertimbangkan pengaturan ulang jadwal pemberangkatan kapal penyeberangan menuju ke Pulau Kabaena, menyusul memburuknya cuaca di perairan beberapa hari terakhir ini.

Berdasarkan laporan sejumlah penumpang, ketinggian gelombang di perairan Kabaena bisa mencapai 3 meter. Hal ini pun dianggap bisa membahayakan keselamatan penumpang.

Syahbandar Pelabuhan Kasipute, H Syamsul Rijal S Sos mengaku akan segera menggelar pertemuan dengan pihak-pihak terkait untuk membahas kemungkinan perubahan jadwal keberangkatan kapal rute Kasipute-Kabaena. “Untuk merubah jadwal keberangkatan, kami harus koordinasi dengan semua nakhoda kapal penumpang. Sementara ini kami masih berlakukan jadwal lama (berangkat jam 10 pagi),” terang Syamsu Rijal.

Meski cuaca akhir-akhir ini memburuk, Syamsu mengaku belum mendapat laporan adanya masalah. Namun dia mengakui sebagian besar penumpang sudah sangat cemas.

“Yang jelas keselamatan penumpang akan menjadi perhatian utama kita,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun Berita Kota Kendari (BKK) Kamis (15/12), sejak memasuki Desember, kondisi cuaca di perairan Kabaena cenderung memburuk. “Sudah beberapa hari ini gelombang laut tinggi. Tadi waktu saya naik kapal Feri dari Kasipute menuju Kabaena, sudah kencang sekali ombak. Kalau bisa jangan dulu menyebrang di Kabaena Pak dalam waktu dekat ini,” kata Maulid (41), salah seorang penumpang asal Kabaena pada jurnalis koran ini kemarin.

Menurut dia, yang paling perlu diwaspadai adalah rute Kasipute-Sikeli. “Kalau kita lewat rute Kabaena Timur, masih agak mendingan. Tapi kalau Kabaena Barat, jangan mi dulu kasian, kencang betul ombak di sana,” kata kepala sekolah di Kabaena ini.

Penumpang lainnya, Andry (39) juga mengungkapkan kekhawatiran yang sama. Menurutnya, dinas terkait utamanya pihak syahbandar sudah harus mempertimbangkan perubahan jadwal keberangkatan kapal, sebab kondisi cuaca akhir-akhir ini tidak menentu. Menurutnya, dia sempat menemukan ketinggian gelombang hingga 3 meter.

“Saking kerasnya ombak, hampir semua penumpang KM Minasa Judda menangis. Bahkan ada satu orang penumpang yang spontan kena stroke di kapal, padahal sebelumnya masih sehat,” tuturnya.

Menurutnya, perairan agak tenang di bawah pukul 10.00. Kalau di atasnya, perairan mulai bergejolak. “Ombak itu mulai tinggi kalau sudah jam 10 siang ke atas. Kalau bisa semua kapal penumpang dari Kasipute menuju Kabaena diberangkatkan saja pagi-pagi, jangan lagi tunggu penumpang mobil dari Kendari. Jangan hanya keuntungan yang dikejar karena keselamatan penumpang yang utama,” ungkap Andri. (cr2/b/aha)

To Top