42 TKA Dideportasi, 8 Dipenjarakan – Berita Kota Kendari
Headline

42 TKA Dideportasi, 8 Dipenjarakan

Pihak Imigrasi Klas IIA Kendari memperlihatkan sejumlah Tenaga Kerja Asing yang kedapatan tidak mengantongi dokumen resmi, beberapa waktu lalu.

Jumlah TKA yang Masuk Sultra Capai 10.000-an

KENDARI, BKK- Sepanjang tahun 2016 sejak Januari hingga Desember, sebanyak 42 Warga Negara Asing (WNA) asal China dideportasi Kantor Imigrasi Klas I Kendari. Selain dideportasi, Kantor Imigrasi Kendari juga telah melakukan projusticia atau dipenjarakan WNA dari berbagai negara sebanyak 8 orang. Yang diantaranya WNA asal China, Malaysia dan Filiphina.

Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Penindakan Keimigrasian Kendari, Rusfian Efendi mengatakan, pihaknya melakukan deportasi sekaligus memenjarakan para WNA karena kedapatan tidak memiliki dokumen kelengkapan pribadi serta melakukan pemalsuan dokumen kepengurusan dan tidak memiliki izin tinggal sementara.

“Salama 2016 ini kami telah melakukan deportasi terhadap WNA asal China sebanyak 42 orang. Deportasi itu dilakukan karena rata-rata para WNA tidak memiliki dokumen kelengkapan pribadi serta menyalahgunakan visa mereka,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/12).

Dijelaskannya, deportasi yang dilakukannya itu melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta yang kemudian dipulangkan ke negaranya. Selain itu, kata dia, pihaknya juga telah memenjarakan WNA sebanyak enam orang yang kedapatan tidak memiliki dokumen kelengkapan pribadi.

“Kami juga sudah memenjarakan enam orang WNA diantaranya, empat WNA asal China, satu WNA asal Malaysia, dan satu WNA asal Filiphina dan dua orang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang kedapatan ikut terlibat membantu melakukan pemalsuan dokumen kelengkapannya,” jelasnya.

Lanjutnya, usai menjalani masa hukuman penjara, para WNA kemudian langsung dilakukan deportasi untuk dipulangkan ke negaranya masing-masing. Sebagaimna, kata dia, yang diatur dalam aturan perundang-undangan yang berlaku tentang keimigrasian.

“Para WNA telah melanggar Pasal 116 dan Pasal 122 huruf (a) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian. Bahkan usai dipulangkan kenegaranya, kami juga langsung melakukan pencekalan terhadap para WNA tersebut,” cetusnya.

Ia menegaskan, dengan banyaknya kejadian pihak Imigrasi Klas I Kendari melakukan deportasi serta memenjarakan para WNA maupun WNI yang ikut terlibat dalam melakukan pemalsuan dokumen, pihaknya tidak segan-segan untuk segera menindaki orang-orang tersebut.

“Kami tidak main-main kalau ada WNA yang menyalahgunakan izin tinggalnya, karena ini bisa merugikan pendapatan negara. Sehingga, kami meminta kepada semua pihak termaksud masyarakat untuk bersama-sama meninjau dan melakukan pengawasan,” pungkasnya.

Jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) dari berbagai negara di Asia mayoritas dari China yang masuk di Sultra sudah mencapai angka 10.000 lebih.

Ironisnya, diduga mayoirtas mereka tak memiliki dokumen yang sah untuk datang mencari kerja. Mereka mayoritas hanya memiliki visa kunjungan bukan sebagai tenaga kerja. (m2/b/lex)

To Top