Proses Hukum Dua Tersangka PT PLM Dilanjutkan – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Proses Hukum Dua Tersangka PT PLM Dilanjutkan

korupsi2-640x342

Ilustrasi

Dugaan Kasus Manipulasi Data Hasil Produksi Emas Tahun 2012-2015

KENDARI, BKK – Setelah kalah dalam proses praperadilan, kini proses hukum dua tersangka PT Panca Logam Makmur (PLM), yakni Rizal Fachreza dan Made Susastra di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (sultra) kembali dilanjutkan.
Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sultra, Janes Mamangkey SH ditemui di ruangannya, Rabu (7/12) menuturkan, saat ini pihaknya tengah merampungkan berkas dua tersangka PT PLM untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kendari.

“Kita sementara merampungkan kembali berkas ke dua tersangka ini, agar bisa secepatnya dilimpahkan ke pengadilan,” terangnya.

Proses ini, lanjut dia, sebenarnya sejak Oktober telah direncanakan pihak Kejati untuk segera dilakukan pelimpahan, namun karena kedua tersangka melakukan praperdailan atas penetapan dan penahanannya sehingga proses itu ikut terhenti.

“Kalau saat itu kedua tersangka ini tidak melakukan praperdailan, pasti berkasnya sudah kita limpahkan ke pengadilan untuk disidangkan. Tapi itu tidak masalah karena semua bagian dari proses hukum,” jelasnya.

Janes juga menegaskan, sejauh ini pihak Kejati telah memeriksa semua tersangka yang sebelumnya telah ditetapkan dan ditahan di Rutan Kelas IIA Kendari untuk dilengkapi berkasnya hingga dapat dilimpahkan.

“Semua sudah kita periksa, tinggal kita lihat saja hasilnya nanti kalau sudah cukup maka kita akan limpahkan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, untuk tambahan tersangka baru dari hasil semua pemeriksaan tersangka sebelumnya masih belum ada, namun pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin menuntaskan persoalan ini.

“Sampai saat ini untuk penambahan tersangka memang masih belum ada, namun potensi tersangka baru juga tidak menutup kemungkinan akan ada. Jadi kita lihat saja perkembangannya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, PT PLM telah melakukan dua pelanggaran hukum sekaligus yakni ditahun 2010-2011 PT PLM melakukan pemalsuan data hasil produksi emas sehingga mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 12 miliar sementara ditahun 2012-2015 PT PLM tidak menyetorkan PNBP yang mengakibatkan negara mengalami kerugian Rp 9 miliar. (Cr5/c/lex)

To Top