Polisi Cari Pakaian Korban – Berita Kota Kendari
Headline

Polisi Cari Pakaian Korban

ft-korban-vera-3

Almarhumah Ferawati Fajar

KENDARI, BKK – Hingga saat ini, keberadaan pakaian yang terakhir kali dikenakan almarhumah Ferawati masih menjadi misteri. Sepanjang Rabu (7/12) kemarin, polisi memperluas wilayah penyisiran dari Tempat Kejadian Perkara guna mencari alat-alat bukti lain.

Seperti diketahui, saat ditemukan warga Senin (5/12) lalu, korban memang dalam kondisi telanjang. Di sekitarnya hanya ada selimut berwarna jingga, jilbab berwarna hitam, aksesori pengikat rambut serta pin jilbab. Sementara pakaiannya tidak ada.

Polisi yang kemudian menyelidiki sebuah rumah di Graha Asri Lampareng, Blok B No 2, Jl Banteng, Kelurahan Rahandouna, Poasia, Kota Kendari, sekitar 200 meter dari tempat ditemukannya jenazah korban, juga hanya menemukan charger ponsel serta sepasang sendal jepit berwarna biru yang diduga milik korban. Tak ada pakaian perempuan.

Kepala Urusan Pembinaan Operasional (Kaur Bin Ops) Polres Kendari, Inspektur Satu (Iptu) Abdul Haris mengakui sejumlah aparat melakukan penyisiran di sekitar kali untuk mencari alat bukti lainnya, terutama seperti pakaian korban, serta jejak pelaku.

“Siang ini kita melakukan penyisiran untuk mencari bukti-bukti baru,” jelas Haris yang ikut melakukan penyisiran beserta anggotanya.

ok-ft-lanjutan-pembunuhan

PERLUAS PENYISIRAN. Sejumlah anggota Polres Kendari, Rabu (7/12) kembali menyisir kali di Jl Banteng, Poasia, yang berada di dekat lokasi penemuan jenazah Ferawati. Polisi masih mencari pakaian korban dan jejak pelaku.

Sayangnya, upaya pencarian barang bukti yang baru ini belum menemukan hasil. Dari situ, polisi kemudian menemui sejumlah tetangga rumah Blok B No 2 tersebut.

Salah satunya Satria (29) yang rumahnya berdekatan dengan rumah No 2 di Blok B itu. Menurut Satria, rumah itu dihuni oleh seorang lelaki bernama Sarpin. Tetapi sepengetahuannya, itu bukanlah rumah milik Sarpin, tetapi milik kakaknya yang saat ini menetap di Jakarta.

Dia juga mengaku bahwa Sarpin beberapa hari terakhir ini tidak pernah berada di rumahnya. Sebab Sarpin sendiri bekerja di sebuah industri tambang di Morosi.

“Biasa memang saya lihat orang ramai main domino di situ. Tapi belakangan ini sepi,” katanya.

Saat ditanya apakah dia pernah melihat seorang perempuan pada hari Minggu lalu di rumah tersebut, Satria mengaku tidak tahu. Dia mengaku lebih banyak berada di dalam rumahnya.

Namun Satria mengaku bahwa selimut berwarna jingga yang ditemukan di TKP jenazah korban, sering dilihatnya dijemur di depan rumah tersebut. “Untuk selimut berwarna oranye yang ditemukan polisi di TKP, sering saya lihat dijemur di rumah itu,” katanya.

Informasi yang dihimpun Berita Kota Kendari menyebutkan, Sarpin merupakan teman dari Sulfian, sepupu korban. Saat ditanya apakah Satria pernah melihat Sulfian, dia mengatakan tidak mengenal yang bersangkutan.

“Saya tidak tahu teman-temannya Sarpin. Itu nama tidak saya kenal,” ujarnya.

Hingga saat ini, Sulfian masih dicari oleh keluarga almarhumah Ferawati. Pasalnya, Sulfian lah yang membawa Ferawati ke Kota Kendari sekitar dua pekan sebelumnya. Sulfian sendiri masih sepupu dengan korban.

Namun setelah jenazah korban ditemukan, Sulfian tidak pernah lagi bisa dihubungi. (m1/b/aha)

To Top