Jualan Anak Panah, Tiga Pelajar Ditangkap – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Jualan Anak Panah, Tiga Pelajar Ditangkap

ok ft pelajar baubau jual busur

KECIL-KECIL BERBAHAYA. Wakapolres Baubau, Kompol Suparno Agus Candra Kusumah SIk dan Kasatreskrim AKP Diki Kurniawan SIk memperlihatkan anak panah yang diproduksi tiga remaja SMP di Baubau, dalam rilis kasus pembusuran, di Mapolres Baubau, Rabu (7/12) kemarin.

BAUBAU, BKK – Polres Baubau mengungkap perdagangan anak panah yang ironisnya melibatkan tiga remaja yang masih berstatus pelajar SMP.

Tiga pelajar SMP ini, masing-masing F (12), I (13), dan R (13), ditetapkan sebagai tersangka setelah ditangkap pada awal Desember ini. Penangkapan ketiganya merupakan pengembangan dari kasus pembusuran yang ditangani Polres Baubau pada akhir November lalu.

Dalam rilis kasus oleh Polres Baubau, Rabu (7/12) kemarin, Wakil Kepala Kepolisian Resort (Wakapolres) Baubau, Komisaris Polisi (Kompol) Suparno Agus Candra Kusumah SIk mengatakan, dari ketiganya polisi menemukan puluhan anak panah yang terbuat dari teralis ban motor.

Menurut Wakapolres, berdasarkan pengakuan ketiganya, mereka membuat anak panah sepanjang 15 centimeter untuk dijual. Satu buah anak panah dijual seharga Rp 5.000 hingga Rp 10.000. Anak-anak panah tersebut kemudian ditemukan lalu disita dari rumah orangtua ketiga tersangka.

“Pengakuan mereka, mereka tidak pernah pakai untuk busur orang. Cuma dibikin baru dijual ke teman-temannya,” papar Wakapolres.

Meski masih di bawah umur, Polres Baubau tetap akan mengenakan sanksi pidana sesuai hukum yang berlaku. Namun tetap saja akan ada perlakuan khusus.

“Ini kan untuk efek jera juga, jadi kita akan proses secara hukum,” lanjut Wakapolres.

Kepala Satuan Resere dan Kriminal (Kasatreskrim), Ajun Komisaris Polisi (AKP) Diki Kurniawan SIk menambahkan, ketiga pelajar SMP yang masih satu sekolah ini, untuk sementara indikasinya hanya kenakalan remaja. Namun kepolisian masih melakukan pengembangan.

“Sudah banyak yang mereka jual. Nama-nama pembeli juga sudah kita kantongi, kita masih pengembangan,” tutur Kasatreskrim.

Pada hari yang sama, ada dua orang lagi pelajar yang diamankan membawa anak panah, namun ia masih enggan mempublikasikan kedua siswa tersebut, dengan alasan masih akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (k2/b/aha)

To Top