Haris : DPT Masih Rawan Dipermasalahkan – Berita Kota Kendari
Suksesi

Haris : DPT Masih Rawan Dipermasalahkan

img_4900

Haris Andi Surahman

KENDARI, BKK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari telah melakukan penetapan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Kendari sebanyak 179.414 orang dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 520, Selasa (6/12) malam.

Calon Wakil Wali Kota Kendari Haris Andi Surahman menilai, penetapan DPT pilwali tersebut masih berpotensi bermasalah. Hal ini berdasarkan pengalaman saat penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS), di mana banyak ditemukan pemilih bermasalah. Selain itu, sambungnya, masih adanya tempat pemungutan suara (TPS) yang mestinya itu disatukan tetapi belum dilakukan.

“Terutama TPS yang berada di nanga-nanga yang sementara jumlah pemilih yang ada dalam TPS tersebut tidak memenuhi syarat. Seharusnya dalam satu TPS itu jumlah pemilihnya 400 sampai 600 pemilih tetapi masih ada TPS yang pemilihnya tidak mencukpi jumlah tersebut. Masih ada enam sampai delapan TPS yang belum digabung untuk setiap kelurahan yang ada di Kota Kendari,” jelas Haris saat ditemui di sela-sela penetapan DPT.

Dari hasil pleno petapan DPT tersebut, lanjutnya, jika ditemukan masih ada hal-hal yang tidak singkron maka pasangan calon (paslon) nomor urut 1 ini akan melakukan pelaporan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP).

“Kalau masih ada hal-hal yang belum valid dari penetapan DPT serta TPS ini maka kami akan ajukan gugatan karena ada penyalahgunaan wewenang didalamnya, sehingga itu terpaksa kami harus melaporkan ke DKPP,” katanya.

Dijelaskannya, DPT merupakan roh dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), sehingga dirinya tidak menginginkan adanya permalasahan dalam penetapan DPT serta TPS ini. Sebab, melihat kejadian adanya permasalahan pilkada di daerah lain, meskipun selisih sedikit bisa menimbulkan konflik .

“Kami tentu mengharapkan agar potensi konflik dapat terus terhindarkan dalam proses Pilwali Kendari ini,” ujarnya.

Untuk laporan ke DKPP, tambah pasangan Abdul Rasak ini, pihaknya akan menunggu berita acara dari pihak KPU Kota Kendari untuk menyandingkan dengan data hasil temuan timnya.

“Kami tidak akan melaporkan ke DKPP hanya sebatas asal-asalan saja tetapi atas fakta yang ditemukan di lapangan,” pungkasnya. (m2/b/nur)

To Top