Ditetapkan, Jumlah DPT Turun Drastis – Berita Kota Kendari
Headline

Ditetapkan, Jumlah DPT Turun Drastis

pleno-dpt-kpu

Para komisioner KPU Kendari saat rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Kendari, di Hotel Horison, beberapa waktu lalu.

KENDARI, BKK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari akhirnya menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari pada 15 Februari 2017 mendatang, sebanyak 179.414 orang. Jumlah ini jauh menurun dibandingkan DPT prakoreksi yang semula berjumlah  187.915 orang, serta Data Pemilih Sementara yang diestimasikan berjumlah 193.000 lebih.

 

Penetapan DPT tersebut digelar melalui sidang pleno KPU Kendari, yang berakhir Rabu (6/12), sekitar pukul 00.05. Penetapan DPT ini sendiri molor dari waktu yang ditentukan. Pasalnya, sejumlah perwakilan pasangan calon memerotes DPT dengan data yang mereka pegang.

Protes tersebut berkaitan dengan masih adanya pemilih yang ditemukan bermasalah berupa adanya pemilih yang tidak mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK) tetapi mempunyai Nomor Kartu Keluarga (NKK) serta sebaliknya. Bahkan ada pemilih yang masih ditemukan memiliki NIK ganda yang dimiliki sua orang yang berbeda.

DPT tersebut menurun drastis dari penetapan DPS beberapa hari lalu berjumlah 193.432. Bukan hanya DPT yang menurun, bahkan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) menurun dari yang sebelumnya dalam penetapan DPS sebanyak 594 TPS menjadi 520 TPS dalam penetapan DPT.

Penetapan DPT yang berlangsung di salah satu hotel Kota Kendari dilakukan secara terbuka dan diikuti Panitia Pengawas Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali (Panwasli) Kota Kendari serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Kendari, serta Masing-masing tim pemenangan pasangan calon (paslon). Rapat pleno tersebut sempat menuai protes dari masing-masing tim pemenangan pasangan dengan ditemukannya pemilih bermasalah.

Tim pemenangan paslon bernomor urut 3, Yahya mempertanyakan kepada KPU Kota kendari atas temuannya beberapa hari yang lalu atas temuannya mengenai NKK kosong berjumlah 18 ribu lebih tetapi dalam penetapan pleno DPT tinggal 8.899 orang.

“Laporan kami itu sebelumnya dalam penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) kami sampaikan kepada pihak KPU Kota Kendari temuannya kami atas NKK kosong sebanyak 18 ribu lebih tetapi kenapa yang diumumkan tinggal 8.899. Makannya kami mempertanyakan dikemanakan sebagian itu,” kata Yahya saat ditemui disela-sela penetapan pleno DPT.

Sementara itu, tim pemenangan paslon nomor urut 1, Toyo juga mempertanyakan hal yang sama. Menurutnya, nama-nama yang terdaftar dalam DPSHP yang dibacakan dari masing-masing Ketua PPK se-Kota Kendari harus diklarifikasi ulang. Pasalnya, kata dia, dalam nama-nama tersebut masih adanya pemilih yang ditemukan memiliki dua NIK yang sama.

“Kami minta nama-nama yang terdaftar dalam DPT itu untuk dilakukan kroscek ulang. Karena jangan sampai masalah DPT masih saja ditemukan permasalahan seperti dalam penetapan DPS beberapa hari yang lalu,” pintanya.

Menanggapi hal tersebut, anggota KPU Kota Kendari, Zainal mengungkapkan, meminta kepada pihak Disdukcapil Kota Kendari untuk melakukan klarifikasi ulang atas nama-nama yang terdaftar dalam DPT. Karena, kata dia, masalah kependudukan warga Kota Kendari merupakan kewenangan dari pihak Disdukcapil.

“Masalah kependudukan termaksud NKK kosong itu merupakan kewenangan Disdukcapil Kota Kendari. KPU tidak bisa langsung menghapunya begitu saja sehingga kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Disdukcapil,” ungkapnya.

Sehingga, sambung dia, pihak Disdukcapil langsung melakukan konfirmasi Direktorat Jendral (Dirjen) Disdukcapil pusat untuk langsung mempertanyakan atas adanya nama-nama pemilih yang terdaftar dalam DPT tetapi tidak mempunyai NKK sebanyak 8.899 orang tersebut, termasuk adanya pemilih yang ditemukan sebanyak 430 orang yang tidak memiliki NIK. Bahkan, kata dia, keterlambatan untuk melakukan pleno itu karena pihak KPU Kota Kendari lama menunggu rekomendasi dari Dirjen Disdukcapil untuk memnentukan nama-nama yang tedfatr dalam DPT merupakan warga Kota Kendari.

“Jadi sebenarnya kenapa sampai lama menunggu untuk penetapan DPT itu karena kami lama menunggu data dari Dirjencapil pusat. Setelah datanya kami terima dari capil pusat itu nanti jam sebelas lewat. Sementara data itu harus ada perlakuan dari KPU karena yang diberikan merupakan data mentah sehingga kami kerja kembali untuk menyaring nama-nama tersebut,” jelasnya.

Lanjutnya, berdasarkan data yang diberikan atas keterangan sejumlah data yang dikirim di Dirjen Disdukcapil pusat terakhir yang dinyatakan sebagai penduduk Kota Kendari atau orang yang memiliki KTP Kota Kendari itu sebanyak 1.400 yang selebihnya bukan. Sehingga, kata dia, dengan ketentuan yang nama-nama tersebut telah ada dalam DPT dan nama-nama yang bermasalah itu dikeluarkan dan dihapus dari DPT.

“Dari DPSHP yang dibacakan masing-masing Ketua PPK se-Kota Kendari untuk dijadikan DPT sebanyak 187.915 tetapi karena adanya permasalahan nama yang terdaftar dalam DPT tersebut masih bermasalah sehingga dikurangi 8.501 orang yang didapatkan jumlah DPT Kota Kendari menjadi 179.414,” cetusnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, saat ini berita acara penetapan pleno DPT sudah ditandatangani oleh masing-masing tim pemenangan paslon serta Kadis Disdukcapil Kota Kendari juga menandatangani dalam berita acara tersebut karena data masalah kependudukan merupakan data dari Disdukcapil sehingga kami menarik kesimpulan untuk mencoret nama-nama pemilih yang ada dalam DPT.

“Ketiga pihak terutama masing-masing tim pemenangan paslon telah menerima penetapan DPT tersebut yang dibuktikan dengan ditandatanganinya berita acara rapat pleno terbuka penetapan DPT bersama Kadis Disdukcapil Kota Kendari serta Panwaslih Kota Kendari. Tidak ada satupun tim paslon yang keberatan baik secara lisan maupun tertulis atas penetapan DPT,” pungkasnya. (m2)

To Top