Belum Tetibkan Pedagang RB di Kebi, Satpol PP Kembali Disorot – Berita Kota Kendari
Beranda

Belum Tetibkan Pedagang RB di Kebi, Satpol PP Kembali Disorot

Pedagang pakaian bekas menggelar dagangannya di Pantai Kendari Beach.

KENDARI, BKK- Hingga kini, pedagang pakaian bekas (RB) masih terus memadati sisi pantai Kendari Beach (Kebi) saat malam hari. Hal ini pun membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat, kembali disorot pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari.

Komisi II DPRD Kendari meminta Satpol PP untuk bertindak tegas menyikapi pedagang RB tersebut. Pasalnya, aktifitas jual beli di sisi pantai itu yang notabene sebagai tempat lalu lalang kendaraan dapat menimbulkan kemacetan yang memicu terjadinya kecelakaan dan telah menyalahi kesepakatan.

“Untuk mencegah hal tersebut mestinya Satpol PP sudah mengambil langkah tegas, apalagi sebelumnya di tempat tersebut pedagang telah dilarang untuk berjualan,” ujar Wakil Ketua Komisi II Subhan ST melalui telepon genggamnya, Rabu (7/12).

Mengambil sikap tegas, lanjut dia, memang mesti dilakukan untuk memberikan efek jerah bagi para pedagang yang bandel.
“Mestinya pedagang itu tidak usah bandel dan melawan karena tempat itu bukan diperuntukkan untuk mereka dan kita tidak perlu meminta Satpol PP untuk bertindak,” terangnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Satpol PP Kota Kendari Haryanto Sada yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya telah berulang kali mengingatkan para pedagang untuk tidak lagi kembali berjualan pakaian di sisi pantai karena hal itu menyalahi aturan dan kebijakan yang diberikan.

“Kalau sudah seperti ini, maka mau tidak mau kita akan mengambil langkah tegas sesuai dengan intruksi DPRD,” tukasnya.
Sementara itu, salah satu pedagang, Petrus yang ditemui terpisah mengatakan, ia harus kembali berdagang di sisi pantai Kebi sebab di tempat berjualan yang ditunjukan pihak Pemkot Kendari yakni di tengah Taman Kebi, sangat sulit untuk mendapatkan keuntungan.

“Saya kembali kesini walaupun harus kucing-kucingan dengan petugas terpakasa saya lakukan karena kalau bertahan di tengah taman Kebi, saya tidak bisa kembali modal,” pungkasnya. (cr5/b/nur)

To Top