Baru 600.000 Pekerja yang Terdaftar – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Baru 600.000 Pekerja yang Terdaftar

ok-ft-agus-susanto

Agus Susanto

BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi-Maluku

KENDARI, BKK- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mengakui masih punya tantangan berat. Sampai saat ini, jumlah pekerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan belum sesuai yang diharapkan.

Kepala Kantor Wilayah Sulawesi-Maluku BPJS Ketenagakerjaan, Umardin Lubis menyebutkan, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Sulawesi-Maluku baru mencapai sekitar 600 ribu orang. Jika dipersentasekan, itu hanya 15 persen dari total pekerja di Sulawesi – Maluku yang diperkirakan sebanyak 4 juta orang.

Untuk meningkatkan jumlah peserta di wilayahnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, sebab, merupakan hak dan kewajiban pemerintah untuk mewujudkan perlindungan terhadap tenaga kerja.

Langkah awal yang dilakukan, pihaknya meminta semua tenaga kerja yang ada di lingkungan pemerintah, seperti tenaga honorer, pegawai negeri sipil (PNS), dan semua perangkat pemerintah daerah itu didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami harapkan pemerintah dapat menjadi contoh, sehingga dapat menularkan atau mensosialisasikan ke masyarakat pekerja akan pentingnya terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” harapnya.

Dengan upaya-upaya seperti ini, BPJS Ketenagakerjaan wilayah Sulawesi – Maluku bisa meningkatkan jumlah kepesertaan. “Di tahun 2017 kita targetkan peserta bisa mencapai hingga 25 persen,” tutur Umardin.

Sementara secara nasional, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan peningkatan peserta sebesar 20 persen atau 25 juta pekerja.

“Ini merupakan fokus kita, karena BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan amanat dari Undang-Undang Dasar 1945 untuk bisa memberikan jaminan sosial kepada seluruh pekerja di Indonesia,” ujar Direktur Utama (Dirut) BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto saat ditemui usai kegiatan penyerahan dana CSR Bank Sultra kepada BPJS Ketenagakerjaan di Hotel Grand Clarion Kendari, Rabu (7/12).

Agus menyebutkan, jumlah tenaga kerja di Indonesia saat ini mencapai 122 juta peserta. Sementara yang terdaftar ikut BPJS Ketenagakerjaan baru berjumlah 21 juta tenaga kerja atau kurang lebih sekitar 17 persen.

“Memang kami menyadari bahwa jumlah ini belum terlalu besar. Namun kita mengetahui sebagian besar dari tenaga kerja Indonesia adalah bekerja informal. Pekerja informal itu beragam gajinya. Nah ini yang menjadi tantangan buat kami, bagaimana pekerja informal yang gajinya sangat rendah ini mendapat bantuan agar mendapat jaminan sosial ketenagakerjaan,” ungkap Agus.

Agus menambahkan, kondisi keuangan BPJS Ketenagakerjaan saat ini sangat baik atau dalam keadaan sangat sehat. Artinya, lanjut Agus, antara kewajiban dan aset yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan selaras dan masih dapat terpenuhi dengan baik. Total dana yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan per Oktober 2016 sebesar Rp 251 Triliun.

“Masyarakat tidak perlu khawatir untuk ikut BPJS Ketenagakerjaan, karena kondisi keuangan kita masih sangat sehat,” tuturnya. (p11/b/aha)

To Top