Ahli Waris Karyawan PT Antam Terima JKK Rp 4,1 miliar – Berita Kota Kendari
Beranda

Ahli Waris Karyawan PT Antam Terima JKK Rp 4,1 miliar

Pihak PT Antam Pomaala serta BPJS Ketenagakerjaan, menyerahkan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja senilai Rp 4,1 miliar kepada ahli waris almarhum Abdul Hakim, di salah satu hotel di Kendari, Rabu (7/12) kemarin.

KENDARI, BKK- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan kembali melaksanakan tugasnya dalam upaya memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja di Indonesia. Kali ini, karyawan PT Antam Pomalaa, Kolaka, Abdul Hakim (28) diberikan santunan dan biaya pengobatan serta perawatan dari BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menerangkan, Abdul Hakim yang terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sejak September 2015 lalu telah meninggal dunia akibat mengalami kecelakan di lokasi pabrik PT Antam pada April lalu. Ia sempat mendapat perawatan intensif karena terkena timah panas.

Kondisi tubuhnya yang terkena luka bakar hingga 70 persen mengharuskan perawatannya dilakukan di Rumah Sakit (RS) Pertamina Jakarta, namun kemudian nyawanya tak terolong lagi.

“Abdul meninggal dunia setelah dirawat selama 4 bulan,” ungkap Agus saat membawakan sambutannya di kegiatan penyerahan dana CSR Bank Sultra ke BPJS Ketenagakerjaan, Rabu (07/12).

Pembayaran klaim atas kasus JKK tersebut, dilaksanakan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis di Grand Clarion Hotel Kendari, di hadapan perwakilan keluarga PT Antam Pomalaa dan perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Biaya yang dikeluarkan PT Antam Pomalaa sebelumnya ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan, di luar santunan kecelakaan kerja yang diterima oleh ahli waris almarhum. Total nilai yang dibayarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp 4,1 Miliar,” ujar Agus.

Agus menambahkan, pembayaran klaim JKK ini merupakan komitmen dan tugas BPJS Ketenagakerjaan dalam upaya untuk melindungi pekerja Indonesia melalui jaminan sosial ketenagakerjaan. “Sudah menjadi komitmen kami untuk menjamin seluruh perlindungan atas risiko-risiko kerja yang rawan terjadi dan apabila kecelakaan kerja tidak dapat dihindari, sudah tugas kami untuk menanggung seluruh beban biaya perawatan dan pengobatannya. Tentunya itu sesuai dengan mekanisme yang ada,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan keluarga penerima JKK, Dedi mengungkapkan, pihaknya sangat berterima kasih atas bantuan yang diterima dari BPJS Ketenagakerjaan. Ia mengakui, selama proses perawatan dan pengobatan yang dijalani Abdul Hakim saat itu, pihak keluarga tidak mengeluarkan biaya sedikitpun.

“Kami sangat bersukur sekali karena almarhum Abdul Hakim terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan saat bekerja dulu. Sehingga kami pihak keluarga tidak merasa diberatkan biaya saat dia masih dirawat,” ungkap Dedi. (p11/b/nur)

To Top