2017, RSUD Baubau Target Akreditasi Prima – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

2017, RSUD Baubau Target Akreditasi Prima

rsud-baubau

Ilustrasi RSUD Baubau

BAUBAU, BKK – Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau menargetkan akreditasi prima dari Kementerian Kesehatan pada 2017. Saat ini segala persiapan untuk mencapai akreditasi itu sementara dilakukan oleh RSUD tipe C tersebut.

Dirut BLUD RSUD Baubau, dr Hasmuddin ketika ditemui di kantornya, Selasa (6/12) mengatakan, pesiapan sudah mencapai 80 persen. Apalagi, menurutnya, seluruh RS di Indonesia diminta sudah terakreditasi sesuai amanah undang-undang.

Persiapan untuk mendapatkan akreditasi menurutnya ada dua hal, yakni persiapan fisik dan nonfisik. Untuk nonfisik mencakup kelengkapan dokumen sesuai dengan standar yang ditentukan. Sementara fisik, dianggap dianggap menurutnya membutuhkan persiapan tambahan. Gedung RSUD BLUD Baubau merupakan bangunan lama.

Dr Hasmudin mengakui RS itu saat dibangun tidak memperhitungkan kaidah akreditasi, sehingga saat ini harus dilakukan perubahan di beberapa bangunan yang juga harus sesuai dengan standar yang ditentukan tim akreditasi. “Misal ada syarat, ruangan itu tidak boleh ada sudut, dia harus bundar. Yang kini kita sudah rubah itu UDG dan ICU,” tuturnya.

Keuntungan mendapatkan akreditasi dari Kementerian Kesehatan menurut dr Hasmudin, Pemerintah Pusat tak lagi ragu untuk menggelontorkan anggarannya. Keuntungan lain yakni seluruh pelayanan sudah berstandar nasional. Saat ini BLUD RSUD Baubau sudah tercatat di Kementerian terkait persiapan akreditasi.

Namun, menurutnya, masih ada beberapa yang juga harus dilengkapi, misal Sumber Daya Manusia (SDM) di BLUD RSUD Baubau. Sejak ditetapkan menjadi RS tipe C, hingga kini RSUD Baubau baru memiliki 14 dokter spesialis, 3 dokter umum, dan 4 dokter gigi. Sedangkan tenaga para medis, berjumlah 134 orang.

“Masih kurang (SDM), kalau 100.000 penduduk itu minimal harus dilayani 6 dokter spesialis, kalau kita yang berpenduduk hampir 200.000 ya berarti masih kurang kan,” paparnya. (k2/c/aha)

To Top