Usman Rianse Dinilai Berhasil Pimpin UHO – Berita Kota Kendari
Headline

Usman Rianse Dinilai Berhasil Pimpin UHO

prof-usman-rianse-pendukung-dr-zamrun-1

Prof Dr Usman Rianse (paling kanan).

Hari Ini Masa Jabatannya Berakhir

Kendari, BKK – Selama delapan tahun atau dua periode menjabat sebagai Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Prof Dr Usman Rianse dinilai telah berhasil mengemban tanggungjawabnya. Prestasi akademis UHO kini tidak saja dikenal di Indonesia, tetapi sudah sampai luar negeri.

Penilaian itu disampaikan Dekan Fakultas Hukum UHO, Prof Dr H Muhamad Djufri.  “Yang dulunya kan UHO ini tidak dikenal secara internasional, tapi selama delapan tahun memimpin, beliau mampu membawa UHO dikenal di kancah dunia. Keberhasilan seperti ini jelas bukan hal yang mudah untuk dicapai,” jelasnya.

Selain itu, Prof Djufri menilai dalam kepemimpinan Usman Rianse, UHO sudah banyak mengalami kemajuan. Hal itu bisa dilihat dari perkembangan infrastruktur kampus.

Selain Prof Muhamad Djufri, Dr Bahtiar selaku Dekan Fisip UHO juga punya penilaian yang sama. “Dulu kita tidak pernah bermimpi bahwa Fakultas Kedokteran itu bisa ada di UHO. Tapi Usman Rianse dengan segala cara dan kemampuannya, dia bisa melakukan terobosan dan menjadikan ada Fakultas Kedokteran di UHO,” ujar Bahtiar.

Tak hanya fakultas kedokteran, fakultas lainnya pun bermunculan seperti Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Administrasi, dan lain-lain. Menurut Bahtiar, semakin beragamnya fakultas yang berada di UHO bisa menjadi salah satu barometer kemajuan.

Yang patut pula dibanggakan, di masa kepemimpinan Usman Rianse, UHO bisa mengangkat derajatnya menjadi akreditasi B. “Mendapat akreditasi B ini bukti keberhsilan beliau. Karena tidak gampang untuk melakukan ini kalau tidak mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam kepemimpinan”, lanjutnya.

Terkait dengan sikap Usman Rianse dalam mendukung salah satu figur dalam Pilrek UHO 2016 ini, Dr Bahtiar menilai itu hal yang tidak perlu dipersoakan. Karena dalam berdemokrasi, kita dibebaskan untuk menentukan pilihan. “Soal yang diberitakan kemarin itu di media-media bahwa Rektor mendukung salah satu figur, itu sebenarnya tidak jadi masalah selama tidak melanggar aturan yang ada,” ujarnya.

Memang, lanjut dia, seorang pemimpin idealnya harus netral dan adil dalam Pilrek ini. Namun bukan pula sesuatu yang patut dicela jika Usman telah menemukan adanya figur yang dianggap tepat memimpin kampus.

“Persoalan mendukung secara terselubung (diam-diam) atau dengan cara terang-terangan itukan cara masing-masing orang dalam menentukan pilihan. Yang tidak elok itu ketika Usman Rianse tidak memilih salah satu figur”, katanya lagi.

Sementara Prof Dr H Muhamad Djufri SH MH, Usman Rianse sebenarnya tidak patut dipersoalkan jika diketahui punya kecenderungan terhadap salah satu calon rektor. Bagaimana pun, memilih merupakan hak seseorang dalam iklim demokrasi.

“Dalam berdemokrasi itukan kita bebas memilih dan mendukung sesuai dengan pilihannya kita,” kata Djufri. (p10/c/lex)

To Top