Beranda

RRI Diminta Terus Mengawal Kesatuan Bangsa

ok-ft-hl

RANGKAIAN KEGIATAN. Seminar yang mengambil tema, peran LPP RRI menjaga identitas nasional, di Hotel Plaza Inn Kendari, dihadiri oleh seluruh 65 kepala stasiun RRI se Indonesia.

KENDARI, BKK- Ajang pemilihan Bintang Radio Indonesia dan Asean (BRIA) 2016 juga dirangkaikan dengan beberapa kegiatan lain. Salah satunya adalah seminar.

Seminar bertajuk Peran LPP RRI Menjaga Identitas Nasional, berlangsung di Hotel Plaza Inn Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (17/11) lalu. Dari pemaparan sejumlah pemateri, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) diminta terus memberikan layanan informasi yang positif kepada masyarakat, guna mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa, serta melestarikan budaya Indonesia.

Seminar ini dihadiri 65 Kepala Stasiun LPP RRI se Indonesia, Kepala Pusat Pemberitaan, Siaran Luar Negeri, Kepala Puslitbangdiklat, Satuan Pengawasan Intern (SPI) serta Seknas KORPRI LPP RRI. Bertindak sebagai pemateri yakni Ketua Dewan Pengawas LPP RRI Mistam, Ketua DPRD Prov Sultra Abdurrahman Saleh, serta akademisi Universitas Halu Oleo Kendari Prof Dr Ir Weka Widyati MS.

Ketua Dewas LPP RRI, Mistam berpesan, RRI harus berupaya mengawal visi bangsa Indonesia dan memberikan manfaat sebesar-besarnya dalam pembentuan karakter bangsa, berdasar pada empat pilar Indonesia. Dirinya juga berharap RRI terus melakukan inovasi modern untuk pengembangan diri dalam berkompetensi dengan tujuan mengawal pembentukan karakter bangsa.

“RRI ini lahir untuk kemaslahatan masyarakat. RRI harus mengawal kedaulatan bangsa, ada empat hal yaitu Pancasila, UUD 45, Bhineka Tungggal Ika dan NKRI,” Ujar Mistam.

Hal senada juga diungkapan Ketua DPRD Sulawesi Tenggara Abdurrahman Saleh. Dirinya berharap, siaran RRI bisa sampai ke pelosok sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang lebih positif dan sehat.

“RRI harus memberikan kesejukan, RRI harus memberikan solusi, sehingga RRI harus menjadi pendorong revolusi mental dan kecintaan kepada bangsa Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Akademis Universitas Halu Oleo, Prof Dr Ir Weka Widyati MS menjelaskan, saat ini situasi bangsa dan negara dalam taraf mengkhawatirkan. Rasa cinta pada budaya bangsa dan budaya lokal semakin berkurang. Untuk itu dirinya berpesan, RRI terus menyajikan konten-konten siaran dengan konsep cinta kebangsaan.

“Banyaknya perbedaan merupakan hal yang biasa dan tetap bisa menjadi satu dengan nuansa damai. RRI menjadi salah satu media yang merubah pola pikir dan kebiasan hingga karakter pendengar,” jelas Prof Weka.

Selain seminar, pemilihan BRIA juga diwarnai dengan kunjungan ke berbagai tempat, seperti ke Kampung Energi di Kendari serta Pulau Bokori.(p11/b/aha)

To Top