Aktualita

Kepala RRI Se Indonesia Kunjungi Kampung Mandiri Energi Kota Kendari

65 Kepala RRI seluruh Indonesia berfoto bersama usai melakukan kunjugan di Kampung Mandiri Energi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puwaatu, Kota Kendari, Kamis (17/11). (Foto: Faisal/BKK)

65 Kepala RRI seluruh Indonesia berfoto bersama usai melakukan kunjugan di Kampung Mandiri Energi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puwaatu, Kota Kendari, Kamis (17/11). (Foto: Faisal/BKK)

KENDARI, BKK – 65 Kepala RRI seluruh Indonesia, mengunjungi Kampung Mandiri Energi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puwaatu, Kota Kendari, Kamis (17/11). Kunjungan ini juga masih rangkaian dalam kegiatan Bintang Radio Indonesia dan ASEAN 2016 di Kota Kendari.

Walikota Kendari yang diwakili Asisten II Kasman Arifin mengatakan, pemerintah kota Kendari telah mengolah sampah sedemikian rupa sehingga menghasilkan energy gas metan disamping sebagai tempat studi banding dari berbagai daerah di tanah air.

“di TPA kota Kendari ini, kita lihat, malah dijadikan sebagai tempat obyek wisata, tempat studi banding, baik dari seluruh Indonesia sudah sangat sering datang kesini, kemudioan juga dari luar negeri, bahkan konon, terbaik diseluruh ASEAN. Itu salah satu IKON hasil inovasi pemerintah kota Kendari,” tutur Kasman Arifin

Sementara itu, mewaliki RRI, Kepala RRI Manado Adi Pramono, memberi apresiasi terhadap pemerintah Kota Kendari yang telah mengelola sampah dengan baik sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat disekitarnya. Menurut dia, salah satu tolok ukur keberhasilan pembangunan sebuah kota adalah dilihat kebersihan toilet di terminal serta tidak adanya sampah yang berserakan dipinggir jalan.

“Kalau kamar mandi di terminal sudah bagus, maka tempat lainnya akan lebih bagus. Kemudian menuju kepada tempat sampah, apakah diambil atau tidak sampahnya, masyarakatnya punya kesadaran atau tidak, disitu terjawab,” ujar Adi Pramono.

Adi Pramono juga mengapresiasi penataan Kota Kendari yang indah, bersih serta lingkungan yang masih hijau.

“Jalannya luas luas, ditata enak, sampai tembus, tidak ada jalan cuma satu, jalannya banyak, mengurangi kemacetan itu lebih besar. Sehingga mengurangi kemacetan lebih besar. Jadi Kendari 10 tahun, 20 tahun yang akan datang belum tentu mengalami kemacetan karena ditata dengan baik, ini prestasi,” tutup Adi Pramono.(p11/lex)

To Top