Masih Banyak Warga Kendari BAB Sembarangan – Berita Kota Kendari
Beranda

Masih Banyak Warga Kendari BAB Sembarangan

ilustrasi-pkh-50413-500x353

Ilustrasi

Asrun Target 2018 100 Persen Stop BABS

KENDARI, BKK – Ironis, berstatus sebagai kota termaju di Sulawesi Tenggara, namun ternyata masih banyak masyarakat Kota Kendari yang buang air besar sembarangan (BABS). Hal itu diungkapkan Wali Kota Kendari, Dr Ir H Asrun MEng Sc kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (17/110, usai memimpin apel memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN).

Menurut Asrun, dari 64 Kelurahan yang ada di Kota Kendari, masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahaya BABS. Padahal jika dilihat dari sisi kesehatan, sangat berbahaya. “Kami akan berupaya agar bisa mensiasati kebiasaan buruk itu, apa lagi hal itu memang menjadi tugas dan tanggung jawab kita,” ungkap Asrun.

Asrun bertekad pada 2018 mendatang sudah tidak ada warga yang BABS, atau 100 persen stop. Dikatakan, tidak ada yang tidak mungkin jika segala upaya dan dukungan dari masyarakan Kota Kendari bisa bersinergi dengan baik. Untuk itu, lanjutnya, dirinya optimis kebiasaan yang tidak bagus itu seperti BABS yang bukan pada tempatnya bisa terhindarkan di Kota Kendari.

“Solusi yang bisa kita berikan kepada masyarakat Kota Kendari yakni dengan mengadakan Mandi, Cuci, Kakus (MCK), sehingga kebiasaan BABS tidak dilakukan lagi,” paparnya.

Bahkan, lanjutnya, tahun depan Pemkot akan mengadakan jamban. Tentu, tuturnya, pemberian jamban tersebut harus dibarengi dengan pendidikan kepada masyarakat. Sebab tidak menutup kemungkinan mereka tidak tahu cara menggunakannya.

“Masyarakat akan kita fasilitas jamban. Namun sebelumnya mereka harus diberikan pemahaman bagaimana cara penggunaannya. Sebab yang jadi persoalan jika kita sudah memberikan jamban kepada mereka, alhasil mereka tidak tahu untuk menggunakan jamban tersebut,” unjarnya.

Sehingga, tegas Asrun, memang harus dibarengi dengan pembinaan dan pelatihan. “Itulah harapan kami. Apa lagi saya melihat pengadaan MCK bagi masyarakat memang sangat penting, sehingga BABS di Kota Kendari bisa cepat terhindar,” tambahnya.

Irma, salah seorang warga Kota Kendari Kelurahan Watulondo mengatakan, sebenarnya BABS terjadi jika fasilitas umum seperti MCK tidak yang digunakan untuk keperluan mandi, mencuci, dan buang air tidak tersedia. “Sehingga jika memang Pemkot Kota Kendari hendak mengadakan itu, maka menurut saya itu merupakan langkah yang sangat bagus. Sehingga BABS yang dilakukan masyarakat Kota pasti akan teratasi,” tutupnya. (cr6/b/lex)

To Top