Gubernur Apresiasi BRIA 2016 – Berita Kota Kendari
Headline

Gubernur Apresiasi BRIA 2016

foto-penyerahan-plakat-pihak-rri-ke-gubernur-sultra

Gubernur Nur Alam saat menerima plakat dari panitia pelaksana BRIA 2016 di rujab Gubernur Sultra, Senin (14/11) malam.

KENDARI, BKK – Kompetisi paling bergengsi di Indonesia, Bintang Radio Indonesia dan ASEAN (BRIA) resmi dibuka oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr H Nur Alam SE di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sultra, Senin (14/11).

Pembukaan dihadiri Direktur Penyiaran LPP RRI, Ketua DPRD Sultra, dan sejumlah pejabat daerah lainnya. Kepala Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Kendari, Nawir Nawihu, selaku ketua panitia mengungkapkan, kegiatan BRIA rutin dilaksanakan setiap tahun yang diikuti perwakilan daerah seluruh Indonesia. Ditambah perwakilan dari 4 negara ASEAN seperti Myanmar, Thailand, Timor Leste dan juga Indonesia.

“Mereka sebelumnya sudah diseleksi secara ketat di daerah masing-masing sebelum mengikuti BRIA. Saya yakin adik-adik yang berasal dari 65 stasiun RRI ini merupakan hasil yang terbaik yang diutus daerah masing-masing. Setiap RRI sudah melakukan seleksi dengan sedemkian rupa dan sangat obyektif,” ujar Nawir Nawihu dalan sambutannya.

Ia melaporkan, peserta yang mengikuti kopetisi BRIA tahun 2016 berjumlah 138 peserta dengan 65 oficial yang mewakili 65 stasiun RRI seluruh Indonesia. Masing-masing dari mereka adalah juara di daerahnya masing-masing. “Kami sangat berterima kasih kepada Gubernur Sultra atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan BRIA tahun 2016 yang dilaksanakan di Sultra. Tanpa dukungan dari beliau, kegiatan ini tidak akan terselenggara,” ujarnya.

Gubernur Sultra, Nur Alam sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan kebanggaannya kepada seluruh peserta BRIA. “Selamat datang kepada Seluruh peserta yg sempat hadir, dan yang saya banggakan anak-anakku finalis bintang radio yang akan berada di Kendarinbeberapa waktu kedepan dalam rangka finalisasi bintang radio Indonesia. Selamat berkompetisi, selamat menginjakkan kaki di kampung halaman kita, semoga dari peserta akan lahir bintang-bintang baru,” ungkap Nur Alam dalam dambutannya.

Nur Alam juga mengungkapkan, RRI selalu tampil dengan objektifitas suaranya serta RRI selalu memberikan informasi-informasi yang menginspirasi dan mendidik masyarakat. Ia berharap, dari kompetisi ini akan lahir suara-suara emas yang dapat menghibur para pendengar RRI.

“Saat ini saya ingin mendengarkan suara-suara emas dari seluruh indonesia, semoga bertambah merdu saat diterpa ombak pulau bokori,” harapnya.

Begitu pula yang diungkapkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra, Abdul Rahman Saleh, kompetisi bintang radio yang sudah ada sejak tahunb1951 diharapkan menjadi momentum berharga bagi semua pihak. Bukan hanya sekedar mencari juara, ungkapnya, tapi juga untuk menemukan jati diri RRI agar selalu memberikan informasi bagi masyarakat bangsa.

RRI bukan hanya sekedar memberi informasi, tapi juga mengajarkan kepada kita semua untuk senantiasa berpikir ke depan, selalu memberikan siaran-siaran inspiratif bagi kita semua,” ungkap Abdul Rahman Saleh.

Ia menambahkan, gagasan-gagasan tentang BRIA sudah dipikirkan Gubernur jauh sebelumnya. Rencana kunjungan peserta di beberapa objek wisata seperti TPA dan Pulau Bokori merupakan gagasan-gagasan yang dari Gubernur Sultra.
“Sama-sama kita bantu RRI, kita bantu bintang radio, agar tidak berhenti sampai disini. Bintang radio akan kita jadikan bintang informasi yang akan menjadi duta Sultra. Sebab kita bukan mencari juara, tapi ada hikmah yang bisa kita petik. RRI sangat erat hubungannya dengan pemerintah,” ujar Abdul Rahman Saleh. (p11)

To Top