Asrun Akui Melapor di Jaksa – Berita Kota Kendari
Headline

Asrun Akui Melapor di Jaksa

KENDARI, BKK – Wali Kota Kendari, Ir Asrun mengakui telah melaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari mengenai kasus penjualan aset daerah atas pembuatan sertifikat hak milik di kios Mall Mandonga.

Asrun

Asrun

Sebelumnya kasus tersebut ditangani pihak Kejari Kendari namun karena penanganannya dinilai lamban sehingga penangannya diambil alih Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra.

Wali Kota Kendari, Ir Asrun mengakui telah melaporkan kasus penjualan aset daerah yakni pembuatan sertifikat hak milik di kios Mal Mandonga kasus ke Kejari kendari. Saat ini, kata Asrun, penanganannya sedang dilakukan pihak kejaksaan.

“Iya penanganan atas laporan itu sudah jalan. Sudah dilaporkan di Kejari Kendari dan saat ini penangannya sudah di di Kejati Sultra,” kata Asrun saat ditemui, Senin (14/11).

Sebagai Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, ia wajib melakukan laporan dengan adanya penjualan aset daerah, pasalnya kata dia, pembuatan sertifikat kepemilikkan kios Mall Mandonga tersebut akan merugikan Pemerintah Daerah (Pemda).

“Kita laporkan supaya Pemda ini tidak dirugikan. Bayangkan kita punya tanah aset daerah Pemkot tidak mendapatkan apa-apa jadi kita carikan jalan dengan melaporkan ke pihak kejaksaan,” jelasnya.

Dikonfirmasi mengenai pemeriksaan dirinya sebagai saksi atas laporannya, Asrun mengungkapkan, dirinya sebagai Pemkot Kendari hanya sebatas melaporkan kasus tersebut agar tidak ada yang dirugikan dalam hal ini pemkot.

“Kita hanya sebatas melaporkan ke kejaksaan. Biar kasusnya ini bisa jelas seperti apa,” cetusnya.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra, Sugeng Djoko Susilo SH MH mengungkapkan pengambil alihan kasus yang sebelumnya ditangani pihak Kejari Kendari ini pasalnya dinilai penangananya lamban.

“Sebelumnya laporannya itu di Kejari kendari namun kami akan ambil alih karena. Memang yang melakukan laporan itu Pak Wali Kota Kendari. Penangangannya itu harus ekstra hati-hati karena ini menyangkut nasib semua pihak,” pungkasnya. (m2-Cr5/lex)

To Top