Siswi SMA Dieksploitasi Jadi WTS – Berita Kota Kendari
Headline

Siswi SMA Dieksploitasi Jadi WTS

KENDARI, BKK – Kepolisian Resor (Polres) Kendari berhasil mengungkap kasus eksploitasi seksual siswi SMA di Kota Kendari, Selasa (8/11). Salah satu pelaku yang berperan sebagai berinisial I (16) berhasil diamankan polisi.

Dalam aksinya I berhasil memperdaya korbannya berinisial S (15), salah seorang siswi SMKN 3 Kendari.

Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal ((Reskrim) Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yunar Hotman Parulian Sirait SH SIK mengatakan, pengangkapan berawal dari pengaduan pihak sekolah.

“Pihak sekolah mendapat pengaduan bahwa salah satu muridnya pernah didatangi tersangka ditawarkan seorang pria hidung belang yang sedang mencari anak sekolahan dengan harga antara Rp 2 Juta sampai dengan 5 Juta,” kata AKP Yunar ditemui di Mapolres kendari Rabu (9/11).

Yunar menjelaskan, dalam aksinya, tersangka I memberitahukan kepada korban dengan mengatakan bahwa dia punya relasi mencari teman kencan seorang gadis perawan dengan tarif Rp 2 juta hingga 5 juta.

“Ini ada batari (Om-om) mau cari cewek yang perawan bayarannya Rp 2 juta sampai 5 juta,” kata Yunar menirukan perkataan tersangka kepada korban.

Menurut pengakuan tersangka, saat itu korban mengiyakan tawarannya. Selanjutnya tersangka memfoto korban lalu mengirimkan ke pria hidung belang, lalu sepakat berjanji bertemu di salah satu hotel yang telah disepakati.

Kejadian ini terbongkar karena ada teman korban yang juga satu sekolah, sehingga kedua siswi yang terlibat mengungkapkannya kepada pihak sekolah. Mendengar pengakuan korban, pihak sekolah memanggil dan memberitahukan kepada orang tua korban S.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku ini sudah melakukan perdagangan anak sudah 2-3 bulan melakukan aksinya, sedangkan korbannya sudah mencapai 2 sampai 3 orang, yang sudah kami periksa baru satu korban,” ujar Yunar.

Setelah dikembangkan, lanjut kemungkinan masih ada korban-korban lainnya, pelaku dan korban ini masih tergolong anak dibawah umur. Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal 88 Jo pasal 761 UU RI no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuamn paling lama 10 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 200.000.00 Juta.

Ditempat terpisah, Wakasek Kesiswaan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kendari H Safrudin menyayangkan dengan adanya kejadian seperti itu. Dia mengetahui kedua sisiwinya itu sabar, tenang, dan berprilaku baik.

“Dengan adanya kejadian ini kami tidak memperbolehkan siswa maupun siswi membawa handpone di sekolah,” terangnya.

Larangan ini, katanya agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Imbauannya menekankan kembali kepada siswa dan siswi untuk ditekankan kembali, kejadian yang sudah dialami salah satu temannya, diharapkan siswa mapun siswi tidak mengulami perbuatan yang serupa karena dapat merusak citra sekolah serta merusak citra keluarga.(M1/lex)

To Top