Kasuistika

Dakwaan Lengkap, Aswad Siap Disidangkan

Aswad Sulaiman. (F: Dok. BKK)

Aswad Sulaiman. (F: Dok. BKK)

KENDARI, BKK – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe siap berkas perkara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Aswad Sulaiman selaku tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Kantor Bupati Konut ke ke Pengadilan Tipikor Kendari untuk menjalani persidangan. Sebelum melimpahkan, penyidik berkoordinasi dengan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra.

Sebelumnya berkas Awad sempat mengendap di meja jaksa untuk dikirim ke Pengadilan Tipikor Kendari, pasalnya penyidik berhati-hati dalam menyusun dakwaan pasal apa yang akan disangkakan kepada mantan orang nomor satu di Konut itu.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Humas Kejati Sultra, Janes Mamangkey SH mengakui keterlambatan penyidik melimpahkan berkas Awad Sulaiman dikarenakan penyusunan dakwaan yang hati-hati.

“Setelah menetapkan pasal yang akan disangkakan kepada Aswad Sulaiman maka kami sudah limpahkan berkasnya ke pengadilan. Hari ini sudah dilimpahkan berkasnya untuk menjalani proses persidangan,” kata Janes saat di temui di ruang kerjanya, Rabu (9/11).

Ia menambahkan, Aswad dikenakan dengan Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambahkan

Aswad Sulaiman. (F: Dok. BKK)

Aswad Sulaiman. (F: Dok. BKK)

dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Ancamannya itu di atas satu tahun dengan melalaikan kewenangan jabatannya saat menjabat sebagai Bupati Konut, ” tambahnya.

Dikonfirmasi mengenai uang pengembalian Aswad Sulaiman senilai Rp 2,3 miliar kepada pihak Kejati pada Selasa (24/2) lalu, Janes menjelaskan uang tersebut nantinya akan menjadi barang bukti saat Aswad akan menjalani proses persidangan.

“Uang itu merupakan barang bukti saat persidangan di pengadilan. Tetapi belum tentu yang tersebut merupakan uang pengembalian atas kerugian negara. Nanti dilihat saat persidangan seperti apa,” jelasnya.

Untuk diketahui, penyidik Kejati dalam menangani kasus dugaan korupsi pembangunan Kantor Bupati Konut tahun 2012 ini telah menetapkan sedikitnya 10 orang tersangka yang ikut terlibat. Diantaranya adalah Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Ahmad Yani Sumarata yang saat ini sedang menjalani proses persidangan. Dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Sultra pekerjaan pembangunan Kantor Bupati Konut ini negara mengalami kerugian Rp 2,3 miliar.(Cr5/lex)

To Top