Beranda

Selain Kadis Pariwisata Sultra, Kontraktor Ditetapkan Tersangka

Sugeng Djoko Susilo

Sugeng Djoko Susilo

KENDARI, BKK – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra saat ini telah menetapkan tiga tersangka yang diduga terlibat dalam pembangunan mega proyek Water Sport Kendari 2015.

Selain menetapkan Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sultra Zainal Koedoes sebagai tersangka, penyidik juga telah menetapkan dua tersangka yang ikut terlibat yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Aswad Laembo, kemudian Andi Natsir selaku kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.

“Setelah memeriksa 15 saksi dan berdasarkan hasil ekspose gelar perkara, kami menetapkan tiga orang tersangka yang ikut terlibat dan paling bertanggung jawab dalam kasus dugaan korupsi pembangunan water sport ini,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra Sugeng Djoko Susilo SH MH saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/11).

Ia menjelaskan, ketiganya ditetapkan sebagai tersangka, karena dianggap orang yang paling bertanggung jawab dalam pelaksaan pembangunan proyek tersebut. Kata Sugeng, ada beberapa item pekerjaan yang tidak terlaksana sementara anggarannya telah dicairkan.

“Modusnya itu ada beberapa item pekerjaan yang tidak terlaksana, pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasinya serta ada pekerjaan yang seharusnya tidak ada tetapi diadakan hanya untuk mencairkan anggaran. Bahkan pencairan biaya perawatan yang tidak sesuai dengan model pekerjaan,” tambah Sugeng.

Dari hasil pemeriksaan, sementara diketahui hasil kerugian negara yang dilakukan ketiga tersangka dalam pembangunan pekerjan water sport mencapai Rp 300 juta lebih.

“Pekerjaan pembangunan itu tidak sesuai dengan hasil yang dilaporkan. Dari hasil anggaran pembangunan yang bersumber dari APBN berjumlah Rp 3,3 miliar, negara mengalami kerugian Rp 300 jutra lebih. Proses pencairannya pun seharusnya belum terbayarkan tetapi telah dibayarkan yang tidak sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.

Sugeng memastikan pihaknya akan memeriksa Zainal Koedoes sebagai tersangka pekan ini. Meski sebelumnya pihaknya telah memeriksa sebagai saksi. Hanya saja Sugeng telah menjadwalkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap PPK terlebih dulu.

“Kalau KPA (kuasa pengguna anggaran) akan diperiksa itu pekan ini. Terlebih dulu kami akan memeriksa PPKnya yang jadwalnya itu besok (hari ini-red) akan diperiksa sebagai tersangka,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sugeng mengungkapkan, atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Undang Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman diatas lima tahun penjara. (m2/nur)

To Top