Pesan Politik Cawali Tidak Idelolgis – Berita Kota Kendari
Beranda

Pesan Politik Cawali Tidak Idelolgis

Dr H Eka Suaib

Dr H Eka Suaib

KENDARI, BKK – Pesan Politik yang berbeda dimunculkan Tiga Pasangan Calon (Paslon) Walikota Kendari. Hal ini diungkapkan pakar ilmu politik Universitas Halu Oleo (UHO), Dr H Eka Suaib, saat ditemui di ruang kerjanya di Fakultas Ilmu Sosisal dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO), Senin (7/11).

Eka mengatakan, ketiga calon Walikota Kendari pesan politik yang disampaikan masih normatif, tidak ekstrim dalam artian, bahwa masing-masing calon tidak menonjolkan aspek ideologis.

“Saya menangkap, bahwa pesan-pesan kampanye dari tiap-tiap masing paslon yang kita baca sekarang ini masih berputar pada hal-hal yang konservatif terutama mengenai pesan masing-masing calon kita dapat membaca apa yang menjadi objek dari pesan tersebut,” kata Eka

Dalam hal pesan yang dilakukan masing-masing paslon, masih sebatas untuk kesejahteraan masyarakat dalam hal perekonomian dan sosial.

“Pasangan Rasak-Haris yang tak lain Kesejahetraan, pesan yang ingin disampaikan bahwa, dia mengiginkan programnya lebih banyak berorientasi pada aspek ekonomi. Pasangan ADP-Sul, tampaknya kesan yang ingin disampaikan bahwa pemimpin yang paling pas untuk kota kendari adalah orang yang enerjik, muda, dan mampu. Sedangkan Derik-Sury, kesan yang ingin ditampilkan adalah simbol kemapanan dengan taklain solusi untuk bersama,” paparnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan pola-pola berpolitikan yang terjadi, mayoritas pemilih tidak melihat gagasan-gagasan yang dibawah oleh masing-masing Paslon. Hal ini dikarenakan pemilih lebih terpesona pada soal-soal bagaimana penampilan dari para paslon.

“Orang itu cenderung melihat siapa kosong satu dan siapa kosong dua, dari mana asal calon, serta para pemilih cenderung menilai latar belakang para calon, sehingga muncul pertanyaan apa yang bisa dikerjakan” ungkapnya.

Eka menilai, kampanye yang dilakukan masing-masing paslon belum masif dilakukan. Sebab kampanye yang dilakukan masing-masing Paslon masih bersifat door to door.

“Harusnya memang pada masa yang akan datang, ketiga Paslon ini lebih memanfaatkan media masa sebagai saluran-saluran untuk mensosialisasikan ataupun menginternalisasi semua program-programnya agar khalayak yang mengetahui tentang program itu menjadi lebih luas,” pungkasnya. (mk3-mk2-mk1/lex)

To Top