Lagi, Menteri Hentikan Pilrek UHO – Berita Kota Kendari
Headline

Lagi, Menteri Hentikan Pilrek UHO

Menristekdikti, Prof H Mohamad Nasir PhD Ak

Menristekdikti, Prof H Mohamad Nasir PhD Ak

“Ada info terbaru tentang keabsahan anggota senat UHO Kendari serta ada keluhan terlalu singkatnya waktu penjaringan dan penyaringan. Mempertimbangkan hal tersebut, mohon proses pemilihan rektor yang saat ini dalam tahap penjaringan untuk dihentikan”

KENDARI, BKK – Lagi-lagi proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) kembali diberhentikan sementara. Padahal saat ini tahapan Pilrek kembali bergulir menyusul surat dari Kemeenterian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bernomor: 4344/3.A2/KP/11/2016 yang ditandatangani Sekjen. Surat itu isinya memerintahkan senat dan panitia untuk menggelar proses penjaringan ulang calon rektor.

Informasi yang diterima redaksi Harian Berita Kota Kendari (BKK), perintah penghentian proses Pilrek tertuang dalam surat bernomor: 4394/A.A2/KP/2016 tertanggal 2 November 2016 yang ditandatangi Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na’im.

Surat tersebut ditujuakan kepada Ketua Senat UHO Kendari dan ikut ditembuskan ke Menristekdikti dan Rektor UHO. Terdapat dua poin alasan penghentian, yakni adanya informasi terbaru tentang keabsahan anggota senat UHO Kendari dan ada keluhan terlalu singkatnya waktu penjaringan dan penyaringan. Penghentian Pilrek tanpa batas waktu yang ditentukan.

“Menyusul Surat kami nomor 4344/A.A2/KP 2016 tanggal 31 Oktober 2016 dengan hormat disampaikan hal-hal sebagai berikut, ada info terbaru tentang keabsahan anggota senat UHO Kendari serta ada keluhan terlalu singkatnya waktu penjaringan dan penyaringan. Mempertimbangkan hal tersebut, mohon proses pemilihan rektor yang saat ini dalam tahap penjaringan untuk dihentikan,” demikian isi surat tersebut.

Ketua Panitia Pilrek UHO, Prof Dr H Hilaluddin Hanafi, membenarkan turunnya surat dari Kemenristekdikti yang menghentikan proses penjaringan ulang calon rektor UHO.

Tapi Prof Hilaluddin mengaku tidak menerima langsung surat tersebut, hanya mendapat informasi dari Ketua Senat UHO Prof dr Ir Aminuddin M Kandari MSi melalui Watshap (WA).

“Seyogyanya besok (hari ini –red) dijadwalkan untuk kelanjutan penjaringan bakal calon rektor UHO. Tetapi hal itu tidak dapat dilakukan karena pihak Kementrian kembali memberhentikan sementara pilrek.” jelas Prof Hilaluddin melalui telepon selulernya, Minggu (6/11).

Menurut Prof Hilal, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan menjungi UHO guna melakukan verifikasi berkait Pilrek termasuk keberadaan anggata senat.

Mengenai berkas tujuh calon rektor yang sudah masuk di panitia, menurut Prof Hilal tak akan berubah lagi, hanya terlebih dahulu dilakukan verifikasi pihak Kemenristekdikti.

“Bagi saya jika disuruh ulang lagi maka saya siap melakukannya. Sebab sudah terlanjur begitu banyak surat yang dilayankan pihak Kemenristekdikti. Sejauh ini kurang lebih sudah enam surat yang kami terima dari kemenristekdikti terkait pilrek ini,” paparnya.

Prof Hilaluddin mengaku berpikir positif terhadap langkah Kemenristek Dikti.

Kendati banyaknya hambatan yang menerpa pilrek UHO, Prof Hilaluddin tetap optimis bahwa insya allah pilrek UHO ini akan berakhir sesuai kenyataan, namun berkait waktunuya dirinya belum bisa memastikannya.

“Selain itu saya selaku panitia selalu menjalankan apa yang disampaikan dari Kementerian dan disepakati oleh Ketua Senat, dalam hal ini senat, serta arahan yang diberikan dari Rektor UHO. Sebab panitia tidak bisa melebihi dari kapasitas itu,” tambahnya.

Ia juga berharap, dengan hadirnya kembali verifikator dalam hal ini inspektorat dari Kementerian, bisa membuat Pilrek UHO menjadi terang benderang.

Sementara itu, Ketua Senat UHO Aminuddin Mane Kandari membenarnya bahwa pilrek UHO Kembali dihentikan sementara.

“Betul Pilerk UHO kembali diberhentikan untuk sementara waktu. Sehingga besok (Senin, red) tidak ada kegiatan rapat sesuai jadwal yang telah ditetapkan bahwa Seni (7/11) tahap penyaringan,” bebernya.

Sebelumnya panitia telah melakukan verifikasi berkas tujuh calon rektor yang menyatakan bersedia. Dari hasil verifikasi panitia menyatakan enam calon lolos dan satu calon dinyatakan gugur.

Keenam calon yang dinyatakan lolos berkas yakni Dr Muhammad Zamrun SSi MSi, Prof Dr Ir H Buyung Sarita MS, Prof Dr Ir La Rianda MSi, Prof Ir H La Sara MS PhD, Prof Nur Lansi, dan Dr La Ode Santiaji Bande SP MSi. Satu calon yang dinyatakan tidak lolos adalah Dr Aidin. (Cr6/lex)

To Top