Kopel dan Yappika Buka Pengaduan Publik – Berita Kota Kendari
Aktualita

Kopel dan Yappika Buka Pengaduan Publik

KENDARI, BKK– Pelayanan publik masih menjadi isu yang paling menyita perhatian masyarakat.  Pasalnya, masyarakat selama ini masih banyak yang belum mengetahui harus melapor ke mana ketika menemukan persoalan dalam pelayanan publik.
 
Kalau pun mereka sudah melapor, masyarakat masih merasa apatis karena laporan mereka kerap tidak mendapat respons. Hal ini mengemuka dalam diskusi warga yang difasilitasi Komite Pemantau Legislatif (Kopel), di Kecamatan Rumpin, Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.

Dalam diskusi itu terungkap keluhan warga atas pelayanan publik selama ini, namun mereka tidak berdaya atau tidak tahu hendak melapor ke mana. Mereka mengaku menyaksikan di depan mata ada sekolah roboh atau sudah terancam roboh namun masih ragu ke mana harus mengadukan dan skeptis apakah ketika mengadu akan direspon atau tidak.

Belum lagi kasus lain, warga yang sakit tidak tertolong di rumah sakit karena alasan ketersediaan kamar rawat yang tidak ada, meski pada saat yang sama mereka saksikan banyak ruangan perawatan yang kosong.

Direktur KOPEL Indonesia, Syamsuddin Alimsyah dalam rilisnya yang diterima Berita Kota Kendari menjelaskan, sesungguhnya selama ini sudah cukup banyak media pengaduan yang disediakan pemerintah, termasuk kotak aduan di setiap unit layanan publik. Namun dalam perkembangannya banyak dinilai tidak efektif dan maksimal dalam melayani keluhan masyarakat karena beberapa hal, terutama tidak adanya kepastian respon dari pemerintah atas pengaduan masyarakat.

Karena itu, Kopel pun membuka websitenya untuk pengaduan. Adapun situs resmi lembaga ini adalah www.kopel-online.or.id.

“Bagi warga yang selama ini mengalami atau menyaksikan ada keganjilan dalam pelayanan publik atau ada keluhan atas rendahnya pelayanan publik, maka warga diminta secara sadar melaporkannya.  Kesadaran warga melaporkan secara cepat adalah bagian dari sumbangsih untuk terus mendorong perbaikan pelayanan publik,” tambah Sahida Hamid, Divisi Pengaduan Pelayanan Publik KOPEL Indonesia kepada wartawan kemarin.

Sahidah  Hamid menjelaskan,  pembukaan laman pengaduan dalam website KOPEL adalah bentuk komitmen KOPEL untuk terus mendorong upaya perbaikan pelayanan publik di tanah air. Dipaparkan, untuk proses  pelaporan atas  kondisi layanan public, bisa dilakukan dengan cara yang relatif  mudah.

Caranya, warga atau siapa saja yang hendak berpartisipasi melapor ke website Kopel,  www.kopel-online.or.id. Langkah selanjutnya, setelah website terbuka,  geser kursor ke arah pojok kanan dan akan ditemukan Rubrik Pengaduan. Silahkan diklik dan akan langsung muncul formulir pengaduan bagi warga untuk diisi. 

Hasil laporan tersebut akan langsung terekam dengan pihak pengelola LAPOR  di bawah Kantor Kesekretariatan Presiden (KSP). Dan juga akan terekam oleh KOPEL bersama Yappika untuk dikawal proses tidak lanjutnya oleh KSP.

Setiap pengaduan akan diteruskan kepada pembuat kebijakan yang terkait melalui sistem LAPOR yang dikelola oleh Kantor Staf Presiden RI. Pelapor akan menerima informasi balik atas persoalan yang diadukan. Setiap respons yang nanti diberikan oleh pembuat kebijakan, akan diteruskan kembali kepada anda melalui integrasi sistem Pengaduan Pelayanan Publik yang dikelola YAPPIKA-ActionAid dengan LAPOR.

“Bagi warga yang kesulitan mengakses website yang disediakan juga dapat mendatangi Kantor-Kantor KOPEL di berbagai daerah untuk dibantu bersama staf  pengaduan di KOPEL untuk sama-sama mengisi formulir yang disiapkan,” ujar Sahidah.  (*)

 

To Top