Honorer Perempuan Tewas Gantung Diri? – Berita Kota Kendari
Headline

Honorer Perempuan Tewas Gantung Diri?

Mansiral Usman, BKK Korban Wati saat dievakuasi tim penyidik dari Satreskrim Polres Kolut dari rumah kostnya menuju rumah sakit.

Mansiral Usman, BKK
Korban Wati saat dievakuasi tim penyidik dari Satreskrim Polres Kolut dari rumah kostnya menuju rumah sakit.

LASUSUA, BKK – Seorang gadis tenaga honorer di gudang farmasi Puskesmas Lasusua ditemukan tewas di kamar kostnya di Desa Patowonua Kampung Bugis dengan seutas tali melilit di lehernya.

Darmawati alias Wati (40) warga Desa Larui Kecamatan Porehu Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) ditemukan tewas, Kamis (3/11) pukul 06:30 Wita. Penemuan korban pertama ditemukan ibu kosnya membuat warga sekitar dan teman kos korban panik dan histeris.

Diduga korban gantung diri atau bunuh diri sebab saat ditemukan tali nilon masih melilit di leher korban dan ujungnya terikat di plafon.

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Kolut, Iptu Indah Puspasari SIK mengungkapkan korban pertama kali pemilik kos, Rabania (45). Saat itu pemilik kos mengetuk pintu korban berniat untuk membangunkan, namum beberapa kali di ketuk tidak ada respon dari dalam kamar. Curiga ada sesuatu yang terjadi ibu kos dan tetangga kos korban berinisiatif mendobrak pintu kamar dan di dalam kamar Rabina melihat korban sudah tidak bergerak dengan tali melilit di lehernya.

“Pertama kali yang menemukan itu ibu kosnya dan Reska (30) tetangga kos korban yang curiga karena saat di bagunkan dengan mengetuk pintu dan memanggil nama korban namun tidak ada respon,” kata Ibu Kasad.

Menurut Kasad, dari keterangan teman korban yang juga tetangga kos korban, pukul 06.00 Wita, pada malam hari korban tidur di kamar Irawati namun saat pagi korban kembali kekamarnya nomor 7.

“Dugaan sementara korban bunuh. Itu hasil penyelidikan sementara dengan meminta keterangan dari rekan-rekan korban yang tetangga kostnya,” ujar Kasad

Mantan Kapolsek Ranometo Konsel ini menjelaskan, di dalam kamar korban tidak ada jalan keluar kecuali pintu utama, juga tidak ditemukan ada tanda-tanda adanya penganiyayaan atau bekas kekerasan. Kamarnyapun masih dalam keadaan rapi.

“Meskipun dugaan sementara korban bunuh diri dan belum diketahui motifnya namun penyidik masih melakukan indetifikasi dan penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP),” jelasnya.

Dirinya menambahkan, korban di bawah di RSUD Jafar Harun untuk di lakukan visum dan sampai saat ini hasilnya belum ada namun saat di TKP di leher korban ada bekas memar yang diduga akibat lilitan tali di gantung di plafon kamar tidur korban.

“Saat di temukan korban dalam keadaan tergantung dengan seutas tali di leher dalam posisi lutut masih menyentuh lantai dan disamping korban ditemukan kursi yang diduga tempat korban berdiri saat akan melakukan aksi bunuh dirinya. Saat ini korban masih di berada di RSUD menunggu keluarganya,”tutur Kasad.

Sementara menurut Reska tetangga kos korban beberapa bulan terakhir korban selalu curhat dan mengeluh kalau dirinya saat itu dalam keadaan sakit. Namun sakitnya tidak korban jelaskan.

“Dia (wati,red) cuman sering mengeluh kalau susah tidur dan ada sakit namun tidak ada tanda-tanda kalau dia akan mengakhiri hidupnya dengan cara begitu,” tandasnya (k2/c/lex)

To Top