Penjaringan Calrek UHO Dimulai Lagi – Berita Kota Kendari
Headline

Penjaringan Calrek UHO Dimulai Lagi

l

Ilustrasi

Ilustrasi

KENDARI, BKK- Proses pemilihan rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) kembali dilakukan dari awal lagi, menyusul turunnya surat dari Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang ditandatangani Sekretari Jendral (Sekjen).

“Alhamdulillah sudah ada progres. Kemenristekdikti sudah menyurat ke ketua senat 31 Oktober dengan instruksi segera melaksanakan tahapan penjaringan,” ujar Ketua Panitia Pilrek UHO Kendari, Profesor Hilaluddin Hanafi, Selasa (2/11).

Walaupun terkesan mendadak, namun panitia harus melaksanakan proses Pilrek. Panitia Pilres dan Senat UHO menerima surat Kemenristekdikti pada 31 Oktober. Dalam surat itu Sekjend memerintahkan panitia agar segera melakukan penjaringan dengan jadwal 31 Oktober hingga 4 November.

Surat dari Kemenristekdikti bernomor: 4344/3.A2/KP/11/2016, ditujukan kepada Ketua Senat UHO. Surat yang ditandatangani Sekjend Ainun Naim berisikan dua point penting. Namun point pertama terdapat beberapa sub point.

Point pertama berisikan “mengistrukan senat UHO segera menyelenggarakan Pilrek. Bagian a dari point ini yakni senat UHO diperintahkan melakukan penataan ulang keanggotaan senat yang tidak sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam Statuta dan OTK UHO.

Caranya mengeluarkan 20 orang dari keanggota senat, yang terdiri dari tujuh orang berasal dari UPT non akademik dan organ yang tidak memiliki fungsi akademik. Selanjutnya 13 anggota senat yang berasal dari unit organisasi atau organ yang tidak mencantumkan dalam OTK UHO.

Sup point b menjelaskan, melakukan proses pemilihan ulang calon rektor sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 5, Pasal 6, dan Pasal 7 Peraturan Menteri Riset,   Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Juga sesuai Pasal 30, 31, 32, dan 33 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 43 tahun 2012.

Sub point c dalam surat tersebut menjelaskan jadwal pemilihan rektor, yakni tahap penjaringan dilakukan 31 Oktober hingga 4 November 2016. Selanjutnya tahapan penjaringan dilaksanakan 7 November 2016, dan penyampaian hasil penjaringan kepada Menteri tanggal 9 November 2016. Selanjutkan pemilhan calon rektor oleh anggota senat bersama menteri dilakukan 14 November 2016.

Pada point b dalam surat Sekjend ditegaskan agar Rektor UHO untuk tidak memihak kepada salah satu calon rektor sebagai bentuk neralitas dalam pemilihan rektor.

Hillaludin mengatakan, surat dari Sekjen Kemenristekdikti ini maka segela melaksanakan memulai Pilrek dari awal lagi, mulai dari penjaringan, pemilihan, hingga pemilihan.

Hillaludin menerangkan, Setelah penjaringan selesai, tanggal 4 November akan diadakan rapat senat untuk menetapkan berapa bakal calon Rektor yang mendafta. Dan setelah itu tanggal 7 November akan diadakan penyaringan tiga besar atau pilrek tahap satu.

“Dari hasil penyaringan itu, pada tanggal 9 November akan dikirim ke Jakarta,” ungkapnya.

Terkait dengan surat dari Kementrian tersebut, Hillaludin mengungkapkan panitia sudah mempersiapkan segala yang dibutuhkan dalam Pilrek tersebut. Ia juga mengatakan panitia sudah menyebar formulir pendaftaran calon sebanyak lebih dari seratus formulir.

“Kami masih menunggu formulir yang dibagikan panitia itu dikembalikan. Kami panitia sudah bekerja sejak kami menerima surat itu tanggal 31 Oktober,” tuturnya.

Pihaknya berharap, Pilrek kali ini dapat berjalan dengan lancar tanpa ada lagi penundaan dari Kementrian. Ia juga berharap para angggota senat dapat mengikuti Pilrek dengan baik dan disiplin.

“Harapan kami dan harapa semua pihak Pilrek ini berjalan dengan lancar, dan para senat dapat mengikutinya dengan baik dan disiplin agar tidak ada kendala,” tutupnya.

Sementara sesuai lampiran surat Sekjend Kemenristek Dikti, 20 anggota senat yang dihilangkan hak suaranya yakni, Ketua Satuan Pengawas, Ketua Dewan Pertimbangan, Badan Pengelola Usaha, Kepala UPT Pengembangan Kewirausahaan, Kepala UPT Layanan Konseling, Kepala UPT Kearsipan, dan Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Selanutnya Ketua Dewan Guru Besar, Ketua Dewan Kode Etik dan Disiplin, Direktur Pendidikan Vokasi, Ketua Lembaga Pengembangan Sistem Informasi, dan Badan Kemitraan Global.

Ada lagi beberapa UPT yang dihilangkan suaranya yakni Kepala UPT Pengembangan Prestasi, Penalaran, Olahraga, dan Seni Budaya, Kepala UPT Pendidikan Kerohanian, Kepala UPT dan Direktur Museum Wallacea.

Selain itu ada tiga dekan yang dihilangkan suaranya yakni Dekan Fakultas Teknologi dan Industri Pertanian (FTIP), dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITK), dan Dekan Fakultas Ilmu Administrasi. Sehingga dalam Pilrek ulangan ini jumlah anggota senat yang punya hak pilih sudah ditetapkan sebanyak 98 orang. (p10-p11)

Data:

Tahapan menjaringan calon 31 Oktober – 4 November 2016

Proses penjaringan atau Pemilihan tahap I 7 November 2016, akan menghasilkan tiga calon

Pengusulan hasil penjaringan ke Menteri 9 November 2016

Pemilihan tahap akhir yang mengikut sertakan suara Menteri 14 November 2016

Pelantikan rektor terpilih dilakukan 23 November 2016

To Top