Headline

Wanita Muda Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Penginapan

Korban ditemukan sudah tidak bernyawa didalam kamar mandi penginapan. (ONO/BKK)

Korban ditemukan sudah tidak bernyawa didalam kamar mandi penginapan. (ONO/BKK)

KENDARI, BKK – Seorang wanita yang diketahui bernama Mona (24 thn) ditemukan tewas di kamar mandi kamar nomor 12 penginapan Maharaja, Jalan Bandang Kelurahan Sodoha Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Selasa (01/11) sekitar pukul 06.30 Wita.

Mona diketahui warga jalan Bunga Kolosua Kelurahan Kemaraya Kelurahan Kendari Barat. Dia ditemukan sudah tak bernyawa lagi oleh temannya, Ani, dengan kondisi bersimbah darah dan terlentang di lantai kamar mandi.

Kepada polisi, Ani menceritakan, pada Senin (31/10) sekitar 23.30 Wita, dia bersama korban ditelepon Agus untuk datang ke penginapan.

Setibanya di penginapan, korban dan Ani langsung menuju kamar nomor 10. Di dalam kamar sudah ada Agus, Suriadi alias Adi dan Muse. Ketiganya sedang pesta minuman keras (miras) jenis topi bintang.

Sekitar pukul 02.30 Wita korban mengajak Ani pindah ke 12. Sekitar pukul 06.30 Wita, Ani membangunkan korban, setelah itu korban bangun duduk di samping tempat tidur.

Tiba-tiba korban meminta tolong pada Ani untuk memanggilkan Ambulans karena dia merasa kurang sehat. Sebelum sempat menelpon ambulans, Ani memapah korban ke kamar mandi, lalu meninggalkannya untuk meminta bantuan teman-temannya di kamar 10.

Ketika Ani bersama Agus kembali ke kamar 12, mereka melihat korban sudah muntah darah di kamar mandi. Melihat itu Ani dan Agus bersama kedua rekannya makin panik lalu keluar meminta pertolongan.

Sementara saksi lain Agus mengaku saat mereka minum-minum miras, dia lalu menelpon korban untuk datang ke penginapan bersama temannya.

“Mereka lalu datang dengan menggunakan taksi. Setelah korban datang bersama temannya, lalu saya tawarkan minuman, tetapi korban tidak mau minum,” jelas Agus saat ditemui di Polsek Kemaraya.

Setelah minuman mereka habis, Agus diajak temannya keluar dari penginapan dengan tujuan jalan-jalan. Sementara korban dan Ani tetap di kamar 10. Setelah pulang, Agus menemukan kamar 10 dalam keadaan terkunci.

“Teman saya laki-laki ajak korban dan temannya beli makanan. Setelah datang mereka membawa makanan, saya ditawarkan makan, kemudian saya tawarkan juga korban untuk makan. Tapi korban tidak mau makan. Kondisi korban masih sehat, setelah itu korban bersama temanya masuk ke kamar nomor 12 untuk istarahat, sedangkan saya pindah di kamar 10,” ucapnya.

Nanti pagi hari Agus dan temannya terbangun setelah kamarnya digedor-gedor Ani meminta tolong. Ternyata mereka menemukan korban sudah muntah darah di kamar mandi penginapan.

Dalam kondisi seperti itu, ada warga yang menghubungi polisi.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kemaraya, Iptu Jemmi Fernando SIK menuturkan, pagi mereka ada seseorang yang datang melapor, ada seseorang yang ditemukan di penginapan dalam keadaan tidak bernyawa.

Dengan laporan, piket SPKT dan Piket Intel mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung melakukan pengamanan TKP sambil menunggu tim indentifikasi dari Rumah Sakit Bhayangkara.

“Saat itu kita melihat sekilas perempuan yang ditemukan sudah terbaring dikamar mandi dengan keadaan mulut dan hidung mengeluarkan darah dan sudah tidak bernafas lagi,” kata Jemmi kepada Wartawan Berita Kota Kendari.

Setelah itu, polisi melakukan evakuasi terhadap korban lalu melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pengumpulan bukti. Diantara bukti itu mengkosumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang.

“Saat ini kami melakukan pemeriksaan terhdap ketiga teman korban, saat ini korban di bawa di RS Bhayangkarauntuk dilakukan Visum,” tutupnya.

Pantauan Wartawan koran ini saat berada di lokasi kejadian, namapak dua anggota polisi melakukan penyelidikan serta masih tercecer darah korban di kamar mandi dan di depan pintu kamar mandi. Penghuni penginapan tersebut tersentak kaget, dan baru mereka ketahui bahwa ada seseorang meninggal di kamar itu. (M1/lex)

To Top