Nama Tersangka Korupsi Water Sport Masih Disembunyikan – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Nama Tersangka Korupsi Water Sport Masih Disembunyikan

RUDINAN/BERITA KOTA KENDARI KONTROVERSI. Proyek pembangunan Water Sport Kendari masih menjadi kontroversi.

RUDINAN/BERITA KOTA KENDARI
KONTROVERSI. Proyek pembangunan Water Sport Kendari masih menjadi kontroversi.

KENDARI, BKK- Setelah selasai mengamankan dua alat bukti dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi, kini Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan water sport.

Meski sejauh ini, pihak Kejati belum menyebut nama atau inisial tersangka, namun dalam waktu dekat akan segera dilakukan pemeriksaan kembali.

“Kita sudah menetapkan nama-nama tersangka, tetapi belum bisa kita sebutkan, nanti kalau sudah kita panggil dan periksa baru kita akan sebutkan,” terang Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sultra, Janes Mamangkey SH ditemui di ruangannya, Selasa (1/11).

Sejauh ini, lanjut Janes, pihaknya telah melakukan pemeriksaan yang kedua kalinya terhadap EP yaitu konsultan pengawas rekanan dari PT Wulandari yang sebelumnya telah diperiksa.

“Kita kembali lakukan pemeriksaan terhadap EP, karena sebelumnya saat pemeriksaan awal belum tuntas dan hari ini itu kita tuntaskan,” ungkapnya.

Pemeriksaannya, beber Janes, pada persoalan penggunaan anggaran pengawasan senilai Rp 84 juta di luar anggaran kegiatan perencanaan senilai Rp 132 juta dan pengerjaan fisik bangunan senilai Rp 3,42 miliar.

“Kita periksa EP terkait poksi dia sebagai pengawas, yaitu terkait aliran anggaran yang menjadi tanggung jawabnya,” jelas Janes.

Ia juga menegaskan, pihaknya akan terus mendalami kasus ini hingga usai, dengan terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

“Kita masih akan terus mengembangkan kasus ini, hingga semua yang bertanggung jawab bisa menjalani diproses hukum, di luar tersangka yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pembangunan Water Sport Kendari dengan luas area 1,4 hektare yang melekat pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sultra, telah dikerjakan pada tahun 2015 lalu dan telah menghabiskan anggaran Rp 3,4 miliar, namun dalam tahapannya proyek ini tidak selesai, sehingga berindikasi korupsi karena merugikan keungan negara.(CR5/lex)

To Top