Bisnis & Ekonomi

Kendari Alami Inflasi 0,12 Persen

KENDARI, BKK- Kenaikan harga di Kota Kendari bulan ini mengalami peningkatan tipis dari bulan sebelumnya. Berdasarkan rilis Berita Resmi Statistik (BRS) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kota Kendari di Oktober ini mengalami inflasi sebesar 0,12 %.

Kepala BPS Sultra, Atqo Mardiyanto menerangkan, tingkat inflasi Kendari mengalami kenaikan dibanding bulan yang sama di tahun 2015 (yoy). Begitu pula dari Januari sampai Oktober di tahun yang sama cenderung mengalami kenaikan.
“Untuk inflasi Kota Kendari itu mengalami perubahan 3,6 persen dari Januari-Oktober. Sedangkan dibandingkan dengan Oktober 2015, tingkat inflasi mengalami perubahan sebesar 3,58 persen,” ujar Atqo Mardiyanto dalam keterangan resminya di ruang video conference BPS Sultra, Jalan Boulevard, Selasa (1/11).
Kepala Bidang (Kabid) Statistik Ditribusi BPS Sultra, Surianti Toar menambahkan, inflasi yang terjadi di Kendari dipicu oleh kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran. Adapun kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga, yaitu terjadi pada bahan makanan, makanan jadi, perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, kesehatan, serta pendidikan, rekreasi dan olah raga.
“Yang mengalami kenaikan tertinggi adalah kelompok pengeluaran untuk makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau yang mengalami kenaikan hingga 8,23 persen dibanding tahun sebelumnya, yaitu pada Oktober 2015,” tuturnya.
Surianti menambahkan, dari ke 7 kelompok pengeluran, dua diantaranya mengalami deflasi atau penurunan nilai produk, seperti pada kelompok pengeluaran sandang dan kelompok pengeluaran transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan.
“Pada Oktober 2016, memang pengeluaran sandang mengalami deflasi 0,02 persen. Tapi angka ini masih menunjukkan kenaikan hingga 6,32 persen dari Januari ke Oktober 2016. Sedangkan jika dibandingkan pada tahun 2015, pengeluaran sandang mengalami peningkatan cukup tinggi, yaitu 5,82 persen,” terang Surianti.
Surianti menambahkan, dari 82 Kota, tercatat ada 48 Kota mengalami inflasi dan 35 Kota yang mengalami deflasi. “Kota dengan inflasi tertinggi adalah Sibolga, 1,32 persen, dan Kota dengan inflasi terendah adalah Depom dan Manado, yaitu 0,01 persen. Untuk deflasi yang tertinggi itu di Sorong -1,10 persen, sedangkan yang terendah yaitu di Banda Aceh dan Merauke, -0,02 persen,” tuturnya. (p11/aha)

To Top