Headline

Berkas Rampung, Aswad Segera Disidangkan

Aswad Sulaiman. (F: Dok. BKK)

Aswad Sulaiman. (F: Dok. BKK)

KENDARI, BKK- Setelah melakukan perampungan berkas perkara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Aswad Sulaeman dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Kantor Bupati Konut tahap II dan III tahun 2010-2011, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) siap lakukan pelimpahan.

Hal itu sesuai hasil kordinasi pihak Kejati Sultra dan Kejari Konawe, Selasa (1/11) di aula Kejati Sultra.

Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum (kasipenkum) Humas Kejati Sultra, Janes Mamangkey SH ditemui di ruangannya, Selasa (1/11) menerangkan, berkas perkara mantan Bupati Konut ini dalam waktu dekat akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kendari.

“Kita akan sesegara mungkin melakukan pelimpahan kasus Aswad sesuai dengan hasil kordinasi kita dengan pihak Kejari Konut,” terangnya.

Kasus ini, lanjut Janes, memang telah lama diproses dan sedikit ribet pada perampungannya tetapi hal itu saat ini sudah selesai.

“Semua urusan yang sebelaumnya sedikit terkendala sekarang sudah selesai, baik itu urusan administrasi atau yang lainnya, Yang pasti dengan adanya titik temu hasil kordinasi hari ini amak pelimpahan kasus Aswad akan sesegara mungkin dilakukan,” jelasnya.

Selain itu Janes juga membeberkan, hingga saat ini pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap mantan orang nomor satu di Konut, pasalnya Aswad selalu bersifat kooperatif dalam memberikan keterangan.

“Bukannya kita tidak ingin ditahan, tetapi memang belum ditahan karena selalu hadir dalam melakukan wajib lapor dan dijaminkan pihak keluarganya,” bebernya.

Diketahui, orang nomor satu di Konut ini ditetapkan sebagai tersangka, sejak tanggal 24 Februari lalu. Sehari sebelum Aswad ditetapkan sebagai tersangka, tepatnya Selasa 23 Februari lalu, Aswad Sulaiman mengembalikan uang kerugian negara senilai Rp 2,3 Miliar ke Kejati dari hasil korupsi pembangunan Kantor Bupati Konut tahap II dan III.

Aswad Sulaeman menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan kantor Bupati Konut tahap II dan III setelah terbukti melakukan penunjukan langsung kepada kontraktor tanpa melalui proses tender sehingga menyebabkan kerugian negara Rp 2,3 Miliar dari anggaran Rp 4,8 Miliar.

Atas perbuatannya, Aswad Sulaiman dijerat dengan pasal 2 dan 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pmberantasan tindak pidana korupsi.(CR5/lex)

To Top