Lagi, Polisi Bekuk Dua Kurir Narkoba – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Lagi, Polisi Bekuk Dua Kurir Narkoba

penangkapan-narkoba

Barang Bukti

KENDARI, BKK – Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Sultra kembali menangkap dua orang kurir narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) jenis sabu sebanyak 15 paket atau seberat 21 gram.

Kedua tersangka berinisial IR (23) berprofesi sebagai penjahit dan RS (21) yang merupakan seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi ternama di Kota Kendari.

Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) I Reserse Narkoba Polda Sultra, AKBP Sarira mengatakan, kedua tersangka tangkap di Jalan Firdaus Kelurahan Watu-watu, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, pada Minggu (30/10) dini hari, sekitar pukul 01.30 Wita saat akan mengedarkan barang haram tersebut.

“Dari tangan keduanya, polisi mengamankan 21 gram sabu yang diperoleh tersangka dari salah seorang pengedar. Dari pengakuan kedua tersangka, barang haram ini mereka dapatkan dari seorang laki-laki yang berinisial DP yang saat ini tengah dalam pengejaran, kedua tersangka bekerja sama dengan salah satu pengedar yang sekarang dalam pengejaran, ” kata Sarira kepada awak media saat melakukan konfrensi pers di ruang pertemuan Ditres Narkoba Polda Sultra, Senin (31/10)

Ia menambahkan, dari tangan kedua tersangka selain sabu seberat 21 gram, polisi juga berhasil mengamankan tiga buah Handphone (HP), uang tunai Rp 97 ribu, satu buah timbangan digital serta satu unit sepeda motor dan puluhan kantong plastik saset kecil yang digunakan tersangka untuk membungkus sabu tersebut.

“Tersangka ini memang merupakan target operasi kepolisian. Sudah lama kami mengintai mereka sejak satu bulan yang lalu, ” tambahnya.

Saat ini, lanjutnya, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan kasus tersebut, guna menagkap pelaku yang memasok (bandar) sabu kepada kedua tersangka.

“Kami masih memburu pelaku yang memasok barang haram kepada kedua pelaku, identitasnya sudah kami ketahui yang merupakan warga Makassar, ” lanjutnya.

Sementara itu, salah seorang pelaku yang juga merupakan mahasiswa semester 9 berinisial IR mengakui baru pertama kali mengedarkan sabu, dengan alasan untuk menutupi biaya kuliah.

“Hasil dari penjualan sabu, selain untuk membiayai kuliah juga dipakai berfoya-foya bersama rekan-rekan sesama mahasiswa,” jelasnya sambil tertunduk.

Ditempat yang sama, pelaku berinisial RS mengakui semua kesalahannya. Dari pengakuannya, dirinya ingin melakukan bisnis haram tersebut karena atas permintaan ajakan dari IR dengan iming-iming bonus dari hasil penjualan.

“Saya diajak kasian. Sebenarnya saya tidakmau tapi karena dijanjikan akan diberikan bonus kalau berhasil menjual sabu per paketnya,” kesalnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 132 ayat (1) Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman di atas 4 tahun penjara. (m2/lex)

To Top