Headline

Jambret Marak di Konawe, Teman Sendiri Disikat

Unaaha, BKK – Akhir-akhir ini di Kabupaten Konawe lagi marak kejahatan jalanan bermodus jambret. Para korban diintai lalu barang berharga dirampas. Kebanyakan korbannya perempuan.

Seperti yang dialami, Sri Ramdani (18), salah satu Mahasiswi Akbid Konawe, Sabtu (29/10) malam lalu jadi korban penjembretan. Parahnya, pelaku ternyata teman korban sewaktu SMA.

Penyidik Polres Konawe memeriksa jambret, Herman (sedang duduk)

Penyidik Polres Konawe memeriksa jambret, Herman (sedang duduk)

Sri menuturkan, kejadian itu bermula saat ia hendak pulang dari rumah tentenya di Kecamatan Wawotobi menuju Kecamatan Unaaha, diselah perjalanannya pulang, sekira pukul 20.00 Wita. Tiba-tiba beberapa motor yang kenderai beberapa lelaki remaja bergerombol merapat dan mengikutinya.

Namun ia tidak curiga. Lataran salah satu dari pengendara motor ada yang ia kenal yaitu Herman teman sewaktu SMA yang saat itu dibonceng oleh lelaki bernama Andri.

Tepat di depan kampus Unilaki, kedua pemuda ini melaju kendaraannya. Dan merapati korban . Sigap langsung mengambil handpone yang berada di dalam bagasi depan motor si korban. Berhasil merampas langsung tancap gas.

Korban sempat mengejar sambil teriak maling. Namun karena suasana lagi sepi. Tidak satupun orang yang mendengar bahkan menolong. Tidak berhenti, ia (korban) melaju kendaraanya dan sempat menyusul pelaku. Tetapi ketika motor mereka sejajar, tersangka menendang motor korban. Gadis itu pun terjatuh.

“Tidak lama setelah itu saya balik lagi ke Wawotobi. Di sana saya cari tahu di mana tempat tinggal Herman. Ternyata dia kos di depan kampus Akbid,” ujarnya.

Sri bersama sembilan orang temannya, dan satu orang polisi yang masih keluarganya mendatangi kontrakan Herman. Sesampainya di kontrakan mereka masuk ke kamar tersangka dan bertanya jika ia keluar malam itu. Sempat pula ia berkelit. Akan tetapi, setelah mesin motornya dicek, ternyata masih panas. Tidak hilang akal , ia masih berkilah jika ia hanya keluar keliling-keliling saja.

Malam itu juga Sri melapor ke Polres Konawe. Herman pun turut serta dibawa. Setelah ditanya dan dicocokan keterangan korban, Herman akhirnya mengakui perbuatannya. Polisi pun langsung menangkap tersangka bersama tersangka lainnya, Andri.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Konawe AKBP Jemi Junaidi melalui Kasat Reskrim, Idham Sukri membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan pelaku, mereka sudah tiga kali melakukan penjambretan. Dan barang bukti, berupa HP dari korban telah diamankan.

“Si korban masih sempat menandai pelaku dan motornya. Sehingga mempermudah kami dalam melakukan penangkapan,” terangnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan pasal 365, subsider 363 tentang pencurian dan kekerasan. Ancaman kurungan di atas 5 tahun.

Menurut Idham, selama Oktober ada enam kasus penjambretan yang dilapor di Polres Konawe. Tiga kasus dengan tersangkanya adalah Muran, yang telah dibekuk pekan lalu dan tiga kasus lainnya dilakukan oleh Herman dan Andri. (Cr4/lex)

To Top