46 LSM Bangun Jejaring Lembaga Rehabilitasi Korban Narkoba – Berita Kota Kendari
Kasuistika

46 LSM Bangun Jejaring Lembaga Rehabilitasi Korban Narkoba

KOLAKA, BKK – Sebanyak 46 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Kolaka bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kolaka membangun jejaring lembaga rehabilitasi korban narkoba.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa (Kesbangpol) Kolaka Haris Rahim pada rapat koordinasi bersama LSM dan BNN Kolaka, senin (31/10) di salah satu hotel di Kolaka mengatakan, saat ini terdaftar 46 LSM yang bisa menjadi potensi jejaring dalam upaya pemberantasan, pencegahan peredaran dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang di Kolaka.

“Dari ratusan LSM yang ada, hanya 46 yang terdaftar dan memilki kelengkapan. Ini yang kita harap bisa bersama kita dalam upaya pemberantasan, pencegahan peredaran dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang di Kolaka,” katanya.

Direktur Lider Sultra Herman Syahruddin mengungkapkan, untuk menanggulangi narkoba di Kolaka, semua komponen harus bersatu padu dan mulai melakukan aksi nyata. Paling tidak bisa berbuat dilingkungan masing-masing, sebab saat ini narkoba di Kolaka makin merajalela.

Kepala BNN Kolaka Eryan Noviadi mengaku masih banyak korban narkoba yang enggan di rehabilitasi karena berbagai faktor, padahal negara melalui BNN memfasiliatsi mereka yang mau di rehabilitasi agar bisa lepas dari Narkoba, bahkan menjamin pembiayaannya. Karena itu, diajak semua komponen untuk bersama membangun jejaring dalam rangka menyelamatkan mereka yang menjadi korban narkoba.

“BNN tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan semua pihak termasuk LSM. Mari kita bangun jejaring yang kuat. Kita sampaikan kepada semua korban bahwa negara menjamin mereka yang mau lepas dari Narkoba, mereka tidak akan di kriminalisasi,” kata Eryan.

Sementara salah seorang korban narkoba yang sudah direhabilitasi, Andika menyampaikan kesannya selama menjalani masa rehabilitasi di Balai rehabilitasi BNN Badoka (Makassar) selama lima bulan. Disana selain terhindar dari narkoba, juga mendapat pengetahuan dan keterampilan, bahkan sudah bisa berbicara di depan orang.

“Saat ini sembahyang (shalat) saya sudah tidak putus lagi. Kalau dulu saya tidak bisa seperti ini, mau bicara didepan orang banyak harus pakai sabu. Makanya melalui kesempatan ini saya ingin sampaikan bahwa kalau mau sembuh dari narkoba harus berawal dari keinginan kita sendiri dan jangan malu dan takut untuk datang di BNN,” kata Andika. (cr3/lex)

To Top