KPU RI Perhatian Khusus Buton – Berita Kota Kendari
Headline

KPU RI Perhatian Khusus Buton

Komisioner KPU-RI, Hadar Nafis Gumay berbincang-bincang dengan sejumlah pejabat di Desa Barangka, Kecamatan Kapuntori, Minggu (30/10).

Komisioner KPU-RI, Hadar Nafis Gumay berbincang-bincang dengan sejumlah pejabat di Desa Barangka, Kecamatan Kapuntori, Minggu (30/10).

PASARWAJO, BKK – Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) memberikan perhatian khusus pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Buton.

Sebagi bentuk perhatiannya, KPU RI mengirim salah satu komionernya Hadar Nafis Gumay memantau proses simulasi pencoblosan calon tunggal yang digelar KPU Kabupaten Buton di Desa Barangka, Kecamatan Kapuntori, Minggu (30/10).

Kepada sejumlah wartawan, Hadar Nafis Gumay mengatakan, memang ada tentangan tersendiri bagi daerah dan penyelenggara yang menggelar Pilkada dengan satu calon. Untuk itu penting kedatangannya ke Kabupaten Buton yang menjadi satu dari enam daerah di Indonesia yang akan menggelar Pilkada dengan calon tungga, untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

“Ya itu tantangannya kita harus melakukan sosialisasi dan penyadaeran kepada pemilih,” tuturnya.

Diakui, masyarakat masih banyak yang bingung saat harus melakukan pencoblosan yang surat suaranya hanya satu pasangan calon. Misal kata dia, masyarakat bingung apakah harus mencoblos pasangan calon atau boleh juga tidak mencoblos atau boleh mencoblos kotak kosong. Namun dalam sosialisasi itu semua akan dijelaskan oleh KPU.

Dalam surat suara nanti, tidak ada nomor urut pasangan calon, gambar pasangan calon akan ditempatkan di sebelah kiri, sedangkan kotak kosong di sebelah kanan. Pengaturan gambar dan kotak kosong dalam surat suara itu kata dia, juga sudah diatur dalam undang-undang KPU.

Ditanya soal partisipasi pemilih di daerah yang akan menggelar Pilkada dengan calon tunggal, Hadar menyebut, partisipasi pemilih dari tiga daerah yang menggelar Pilkada serentak di tahun 2015, dua diantaranya menurun, sedangkan satu daerah tetap.

“Jadi kita harus lakukan sosialisasi dengan baik, penyadaran dengan baik, kita sosialisasikan agar minimal pemilih datang, walaupun menyatakan tidak memilih paslon,” tuturnya.

Terakhir Hadar mengimbau, agar seluruh lapisan masyarakat tetap menggelar pilkada dengan aman, damai, terintegritas. Menjauhi hal-hal yang dapat mengganggu jalannya Pilkada.

“Kita berharap pilkda berjalan, tetapi tidak ada kekerasan atau korban,” tuturnya.

Komisioner KPU Buton, La Rusuli, menjelaskan, pentingnya simulasi ini digelar mengingat Pilkada Kabupaten Buton hanya diikuti satu pasangan calon yang memenuhi syarat KPU.

“Tujuan simulasi ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Pilkada dengan satu paslon itu bentuk surat suaranya seperti apa. Lalu, tentang tata cara pengisian formulir karena ada perbedaan dengan formulir Pilkada sebelumnya,” katanya .

Dalam simulasi tersebut, pihak KPU memberikan pelatihan baik kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan warga yang hadir di TPS tentang metode tata cara pencoblosan dalam Pilkada Buton nanti. Warga yang hadir diberi arahan untuk memilih dengan mencoblos salah satu, baik paslon yang bergambar atau kotak kosong tanpa gambar.

Dalam simulasi ini materi yang dipraktekkan adalah tata cara mencoblos, tata kerja dan tugas KPPS, pengisian formulir, kemudahan akses memilih, mekanisme sampul turun dan naik serta penggunaan segel. Sehingga nantinya diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang golput dalam Pilkada calon tunggal ini.

Kegiatan ini diikuti seluruh jajaran KPUD Buton, Ketua KPU Sulawesi Tenggara (Sultra) Hidayatullah dan aparat kepolisian dan TNI serta sejumlah masyarakat Buton.(k2/lex)

To Top