Kerugian Warga Miliaran Rupiah Akibat Bencana Banjir di Lasusua – Berita Kota Kendari
Headline

Kerugian Warga Miliaran Rupiah Akibat Bencana Banjir di Lasusua

Mansiral Usman, BKK Bupati Kolaka Utara, Rusda Mahmud saat mengunjungi tenda pengungsian korban banjir Salomeja

Mansiral Usman, BKK
Bupati Kolaka Utara, Rusda Mahmud saat mengunjungi tenda pengungsian korban banjir Salomeja

LASUSUA, BBK – Meluapnya sungai Salomeja Desa Rantelimbong Kecamatan Lasusua Kolaka Utara (Kolut) pada, Selasa (25/10) yang menghanyutkan 6 buah rumah dan menengelamkan puluhan hektar sawah yang baru ditanami, menyebabkan kerugian ditaksir mencapai miliaran rupia.

Pjs BPBD Kolut, Hardi yang mengatakan dari hitungan sementara BPBD yakni kerugian lahan pertanian tengelamnya persawahan yang baru ditanami padi seluas 20 hektar dan perkebunan coklat 5 hektar yang mencapai Rp.558 juta.

“Selain persawahan dan lahan perkebunan. Sarana umum yakni 2 buah jembatan, 400 meter bronjong, jalan 50 meter rusak dan rumah warga yang ditaksir kerugian mencapai total mencapai Rp 2 miliar lebih,” kata Hardi, Kamis (27/10).

Menurut Hardi, saat warga yang rumahnya hancur total masih berada di tenda pengungsian. Namun sebagian warga ada yang mengungsi di rumah sanak keluarganya sambil menunggu bantuan dari pemerintah.

“Ada dua tenda yang di bangun sementara ini untuk menampung warga yang rumahnya hancur total. Serta 40 kepala keluarga (KK) yang sebelumnya terisolir akibat jembatan putus, saat ini sudah kembali normal setelah jembatan yang putus di sambung sementara waktu,” ujarnya.

Bupati Kolaka Utara (Kolut), Rusda Mahmud yang turun mengunjungi korban banjir di tenda pengungsian mengungkapkan saat warga yang berada di daerah aliran sungai (DAS) untuk tetap waspada mengingat saat ini musim penghujan sudah datang.

“Banjir ini merupakan bencana alam, namun kita terus berupa semaksimal, agar bencana ini tidak sampai menelan harta benda ataupun nyawa manusia,” kata Rusda.

Rusda juga meminta pada warga agar dalam membanguan rumah untuk tidak terlalu dekat dengan bibir sungai, ini untuk mencegah kalau air meluap tidak sampai merusak rumah tempat tinggal.

Samsi (50) yang rumahnya hancur total mengatakan saat banjir dirinya tidak sempat menyelamatkan barang-barang dirumahnya. Dirinya mengharapkan pemerintah bisa memberikan bantuan tempat tinggal untuk kelima anak dan cucunya

“Bersyukur pak, banyak bantuan pemerintah, pengusaha, anggota DPRD juga ada organisasi pemuda. Banjir itu sangat cepat sehingga saya tidak sempat selamatkan barang-barang saya,” ucap janda 5 anak ini. (k6/lex)

To Top