Tabungan Jebol, Staf USN Minta Pertanggungjawaban BRI – Berita Kota Kendari
Aktualita

Tabungan Jebol, Staf USN Minta Pertanggungjawaban BRI

Staf USN Kolaka Sudirman memperlihatkan laporan polisi, surat ke kepala BRI unit Kolaka dan print out tabungan BRInya yang jebol.

Staf USN Kolaka Sudirman memperlihatkan laporan polisi, surat ke kepala BRI unit Kolaka dan print out tabungan BRInya yang jebol.

KOLAKA, BKK – Salah seorang staf Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka bernama Sudirman AT, meminta pertanggungjawaban Bank Repubik Indonesia (BRI), atas jebolnya tabungannya sebesar Rp 87.982.507.

“Saya meminta pertanggungjawaban pihak BRI, karena jebolnya tabungan saya. Kalau sudah begini, tidak ada lagi keamanan untuk menabung di BRI, sebab tujuan kami menabung ke bank supaya dana kami aman,” tegas Sudirman, ditemui Rabu (26/10) di kampus USN Kolaka.

Sudirman menceritakan kronologis raibnya tabungannya yang cukup besar bagi dirinya. Saat itu pada selasa (6/9/2016) sekira pukul 14.00 wita ada yang menelpon di Hand Phonenya (HP) yang tidak dikenalnya dengan nada marah. Karena tidak dikenal langsung dimatikan.

Tapi lagi-lagi penelpon misterius kembali menelpon dan meminta supaya HP nya di matikan dengan alasan akan ada petir. Namun peringatan itu tidak dihiraukan dan baru mengoffkan HP nya pada saat akan shalat Ashar. Namun saat menuju rumahnya, tiba-tiba HP nya tidak bisa diaktifkan. Saat itulah istri Sudirman curiga dan meminta supaya mengecek ATM nya.

Pada saat mengecek dananya di ATM BRI di halaman kantor ?Bupati, Sudirman kaget karena dananya yang sebelumnya sebesar Rp 88.040.007?, ternyata tinggal Rp 57.750.20. Saat itulah langsung ke kantor unit kanca bank BRI melaporkan saldonya yang tinggal Rp 57.750.20 sekaligus meminta ?print out. Saat itu dijawab pihak bank kalau mereka menunggu konfirmasi dari pusat. Karena jam kantor sudah mau tutup, diminta untuk kembali esok harinya.

Berdasarkan print out, dana Sudirman AT di tabungan BRI dengan nomor rekening 4933-01-009420-53-9 sebelumnya Rp 88.040.007. Kemudian terjadi penarikan pada pukul 14.10:23 ke rekening Muhammad Sidik sebesar Rp 35.200.000. Pukul 14:18:02 ke rekening Mela Trisnawati sebesar Rp 47.275.007 dan pukul 14:25:51 ke rekening 6013013313679511#201510699228#IBNK#TRFLA sebesar Rp 5.500.000, sehingga total dana Sudirman yang diambil sebanyak Rp 87.982.507.

Tidak terima hal ini, pada (7/10), Sudirman kembali ke BRI unit untuk mempertanyakan hal itu. Tapi jawaban pihak bank padanya bahwa rekening tujuan sudah di blokir dan dananya sudah kosng. Bahkan yang menjengkelkan bagi Sudirman, karena ada salah seorang pegawai bank yang mengatakan padanya supaya menerima saja cobaan itu.

“Yang membuat saya jengkel, ada pegawai bank yang bilang sama saya terima saja apa adanya,” ungkapnya.

Karena tidak terima jawaban dari pihak BRI, Sudirman melapor ke Polres Kolaka pada tanggal (13/9) pukul 11.00 wita, dengan laporan polisi nomor TBL/254/IX/2016/Sultra/Res Kolaka, dengan laporan tindak pidana pencurian, diterima Kanit II SPKT Polres Kolaka, Aiptu Baktiar.

“Sampai hari ini belum ada kelanjutan dari laporan saya ke polisi,” ungkap Sudirman.

Tidak berhenti dari situ, Sudirman bersurat kepada Pimpinan BRI cabang Kolaka tanggal (16/9), guna meminta pertanggungjawaban. Tapi sampai hari ini tidak ada jawaban dan baru pada tanggal (25/10) kepala BRI cabang Kolaka Sumarno menjawab melalui pesan SMS kalau pihaknya menunggu jawaban Pusat.

“Pukul 02.35:45 pm, pak Sumarno SMS saya isinya Maaf..Pak..secara prosedur sudah kami laporkan ke Kantor pusat..kami melaporkan dan menunggu juga Bapak..mohon maaf,” kata Sudirman sambil memperlihatkan SMS Sumarno.

Karena itu, Sudirman berharap pihak Polres Kolaka supaya segera menyelesaikan kasus ini, dengan harapan dananya kembali dan pihak BRI bertanggungjawab, sehingga tidak ada lagi nasabah yang menjadi korban. (cr3/lex)

To Top