Semua Cawali Mengaku Nomornya Bagus – Berita Kota Kendari
Headline

Semua Cawali Mengaku Nomornya Bagus

Paslon wali kota dan wakil wali kota mengangkat nomor urutnya usai melakukan pencabutan nomor urut. (foto: Rudy/BKK)

Paslon wali kota dan wakil wali kota mengangkat nomor urutnya usai melakukan pencabutan nomor urut. (foto: Rudy/BKK)

KENDARI, BKK – Tiga kandidat pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari periode 2017-2022 secara resmi mendapatkan nomor urut untuk bertarung di Pilkada serentak 2017 mendatang. Pencabutan nomor urut tersebut digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari di Hotel Grand Clarion Kendari, Selasa (25/10).

Dari hasil pencabutan nomor urut tersebut, nomor 1 diperoleh pasangan Abdul Rasak-Haris Andi Surahman (Rasak-Haris) yang diusung partai Golkar, dan Nasdem. Nomor 2 pasangan Adriatma Dwi Putra-Sulkarnain (ADP-Sul) yang diusung dari partai PAN, PKS, dan PKB. Sementara yang mendapatkan nomor urut 3 adalah pasangan Mohammad Zayat Kaimoeddin-Suri Syahriah Mahmud (Zayat-Suri) yang diusung dari partai PDI-P, Demokrat, Hanura dan PPP.

Dalam pencabutan nomor urut yang digelar KPU Kota tersebut, ketiga paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari didampingi masing-masing tim pemenangan dan tim penghubung (LO) yang datang di lokasi pencabutan nomor urut tidak bersamaan.

Pasangan Haris-Rasak yang pertama datang di lokasi pencabutan nomor urut dengan didampingi tim pemenangan dan relawannya sekitar pukul 09.00 Wita. Sementara pasangan ADP-Sul kedua datang sekitar pukul 09,.45 Wita dan yang paling terkhir datang pasangan Zayat-Suri yakni pukul 10.00 Wita dengan didampingi tim pemenangannya.

Kegiatan pencabutan nomor urut tersebut, juga ikut hadir Wali Kota Kendari, Asrun, Komandan Kodim (Dandim) 1417 Kendari, Letkol Kav Eko Hermawan Yuniarso, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kendari, Andi Rumpah SH MH serta Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kendari, AKBP Sigid Haryadi SIK. Pencabutan nomor urut masing-masing paslon dikawal ketat aparat gabungan kepolisian yang terdiri dari tim penjinak bom (Jibom) Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Sultra dan Kepolisian Resor (Polres) Kendari yang berjumlah 250 orang.

“Pengamanan kegiatan pencabutan nomor urut kami terjunkan sebanyak 250 orang personil gabungan dari Satbrimob Polda Sultra dan Polres Kendari. Titik pengamanannya dimulai dari jalan raya sampai dipintu masuk lokasi pencabutan nomor urut. Karena setiap tahapan yang digelar KPU Kota Kendari sudah ada SOP sebelumnya yang dibangun antara pihak KPU dan pihak kepolisian untuk mengamankan Pilkada serentak 2017 mendatang,” jelas Kabag Ops Polres Kendari, Komisaris Polisi (Kompol) Febri Isman Jaya saat ditemui dilokasi pencabutan nomor urut.

Setelah melakukan pencabutan nomor urut masing-masing paslon, kemudian ditetapkan dan disahkan langsung oleh KPU Kota Kendari melalui Surat Keputusan (SK) KPU Kota Kendari.

Menurut Rasak-Haris, usai melakukan pencabutan nomor urut dengan mendapatkan nomor 1 merasa bangga karena menurutnya, nomor satu merupakan langkah awal untuk meraih kemenangan yang terus melekat pada dirinya dalam menjelang Pilwali Kota kendari 2017 mendatang.

“Pengalaman mendapatkan nomor 1 sudah sering didapatkan, bahkan pada saat tes kesehatan bakal calon Wali Kota Kendari beberapa hari yang lalu selalu kami pasangan Rasak-Haris mendapat urutan 1 dan akan menjadi yang pertama untuk menjadi Walikota Kendari,” ujarnya.

Sementara itu, pasangan ADP-Sul dengan mendapatkan nomor 2 ada kebanggan tersendiri baginya, karena sebelumnya dirinya juga menharapkan pada saat pencabutan nomor urut dirinya akan mendapatkan nomor 2. Menurutnya nomor 2 adalah nomor kesempurnaan dan keseimbangan dikehidupan manusia yakni manusia tercipta dengan dua mata, dua hidung, dua kaki dan dua tangan.

“Karena nomor dua melambangkan kedamaian dan perdamaian. Bahkan dalam kertas suara saat pemilihan nantinya nomor 2 itu berada ditengah-tengan antara nomor 1 dan nomor 3,” ungkapnya yang disambut dengan teriakan tim pemenangan ADP-Sul.

ADP-Sul juga mengimbau kepada seluruh tim simpatisannya untuk terus menjaga kedamaian dalam menjelang pilwali nantinya. Ia juga berharap agar pilwali nantinya bisa menghasilkan pilkada yang transparan.

“Saya mengajak dan mengintruksikan kepada para tim pemenangan serta relawan ADP-Sul agar tidak ada gesekan dengan tim-tim paslon yang lainnya,” simpulnya.

Sementara untuk pasangan Zayat-Suri yang mendapatkan nomor urut 3 tidak mempersoalkan terkait persoalan nomor urut. Karena menurutnya semua nomor adalah bagus. Selain itu bagi Zayat nomor urut itu bukanlah penentu pada pilwali nantinya.

“Pada saat pilwali kedepan nomor 3 itu bisa akan menjadi nomor 1 yang akan memimpin Kota Kendari. Yang terpenting adalah Panwas harus menindaklanjuti pelanggaran-pelanggaran yang ada. Jangan sampai muncul kekecewaan jika pelanggaran dibiarkan sehingga menyebabkan situasi yang tidak kondusif dan pemungutan suara ulang,” pungkasnya.

Pantauan jurnalis Berita Kota Kendari, pada saat pencabutan nomor urut massa pendukung masing-masing paslon memadati lokasi tempat pencabutan nomor urut bahkan sebagaian ada yang tidak perbolehkan masuk kedalam ruangan untuk menyaksikan secara langsung pencabutan nomor urut paslon. (p5/lex)

To Top