Headline

Cawali Kendari Berebut Nomor 2

Foto Bersama Ketiga Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Usai KPU Kota Kendari Melakukan Penetapan Paslon Di Aula KPU Kota Kendari. (foto: Rudy/BKK)

Foto Bersama Ketiga Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Usai KPU Kota Kendari Melakukan Penetapan Paslon Di Aula KPU Kota Kendari. (foto: Rudy/BKK)

KENDARI, BKK – Ada apa dengan angka nomor dua? Tiga pasang calon wali kota dan wakil walikota Kendari yang bertarung dalam Pilwali 15 Februari 2017 mendatang berebut nomor urut 2.

Rencananya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari akan melakukan pencabutan nomor urut untuk ketiga paslon akan berlangsung Selasa (25/10) hari ini di Clarion Hotel Kendari.

Pasangan Adriatma Dwi Putra – Sulkarnain (ADP-Sul) melalui Adriatma mengatakan, mereka mengnginkan nomor urut dua karena jika diekspresikan dengan jari menjadi peace (damai).

Namun demikian, ADP menyatakan apapun hasilnya yang akan didapatkan dalam melakukan pencabutan nomor urut hari ini tetap akan terus mementingkan program-program untuk mementingkan kepentingan masyarakat se-Kota Kendari dan menyempurnakan visi misi kedepannya.

“Apapun hasilnya dalam pencabutan nomor urut yang didapatkan besok (hari ini) tidak masalah. Yang pasti kami tetap akan tertap menyusun langkah-langkah kemenangan dan semuanya itu merupakan kemenangan dari masyarakat Kota Kendari,” kata ADP saat ditemui usai penetapan Paslon Wali Kota dajn Wakil Wali Kota Kendari di Aula KPU Kota Kendari, Senin (24/10).

Sementara itu, pasangan Abdul Rasak-Haris Andi Surahman (Rasak-Haris) melalui Haris Andi Surachman dalam percakapan dengan jurnalis BKK melalui WA menyatakan sangat mengharapkan nomor 2. “Alasannya, karena salam dua jari,’ katanya.

Sementara Abdul Rasak menyatakan tidak mempermasalahkan nomor berapapun yang akan didapatkan dalam pencabutan nomor urut hari ini. Yang terpenting, kata Rasak, nomor tersebut ada dalam surat suara saat dilakukan Pilwali Kota Kendari 2017 mendatang.

“Kalau persoalan nomor kami tidak masalah, yang paling terpenting nomor itu ada didalam surat suara dalam pilwali nantinya, karena jangan sampai kami memilih nomor tetapi tidak ada dalam surat suara. Intinya nomor satu, dua dan tiga adalah nomor yang akan pasti ada didalamnya, ” ujar Rasak.

Ia menambahkan, setelah mendapatkan nomor urut nantinya, pasangan Rasak-Haris tetap akan terus berkomitmen dan menyusun langkah-langkah politik dengan menggunakan beberapa pendekatan kepada masyarakat se-Kota Kendari untuk memenangkan pasangan Rasak-Haris dalam momentum Pilwali kedepannya.

“Kami akan gunakan pendekatan kepada masyarakat secara profesional dan kebersamaan dari berbagai sisi. Sehingga kedepannya siapapun yang terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari kedepannya bisa menjaga kota ini dan bisa membawa daerah kita jauh lebih baik dari yang sebelumnya,” ungkapnya.

Sedangkan pasangan Zayat Kaimoeddin-Suri Syahriah Mahmud (Zayat-Suri) melalui juru bicaranya Umar Bonte juga menginginkan agar calon mereka usung mendapatkan nomor dua.

Dia menjelaskan, angka nomor dua itu strategis karena jika diposisikan dalam kertas suara berada di tengah. Sehingga masyarakat lebih mudah untuk melihatnya.

“Nomor 2 juga sama dengan nomor pasangan capres Jokowi-JK, dan kebetulan Zayat-Syahriah didukung PDIP. Elemen-elemen pendukung Jokowi yang kemarin banyak berbagung pada kami,” katanya.

Namun demikian jika paslon ini tak memperoleh nomor 2, kata Umar, tidak apa-apa. Karena sejatinya semua nomor adalah angka jitu.

Hal senada ditambahkan Zayat, dia tidak memperdulikan berapapun nomor yang didapatkan saat pencabutan nomor urut hari ini, karena menurutnya, nomor tersebut tidak menjadi ketentuan untuk memimpin Kota Bertaqwa ini.

“Berapapun nomor urut yang didapatkan kami tidak menjadi persoalan. Yang terpenting kami akan melakukan sosialisasi bersama dengan tim-tim pememangan dan tetap menunggu hasil dari KPU kapan akan dilaksanakan tahapan-tahapan kampanye tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Kendari, Hayani Imbu menuturkan, pihaknya telah siap untuk melakuikan tahapan pencabutan nomor urut untuk masing-masing Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari yang akan digelar pukul 09.00 Wita. Kata dia, segala mekanisme telah disiapkan, dan disampaikan kepada masing-masing tim kampanye dan tim penghubung (LO) paslon pada saat rapat koordinasi yang dialkukan beberapa hari yang lalu.

“Secara prosedur kami sudah siap. Sehingga besok itu (hari ini) sudah ditahu tiap-tiap paslon sudah nomor urut berapa yang akan didapatkannya. Syarat yang harus dilakukan untuk tiap-tiap Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari itu maksimal membawa 50 orang pendukung yang dibuktikan dengan id card disiapkan dari KPU Kota Kendari,” ungkap Hayani.

Lanjutnya, jika masing-masing paslon membawa tim pemenangan lebih dari yang tidak ditentukan, pihaknya tidak bertanggung jawab jika ada hal-hal keributan yang akan ditimbulkan. Tetapi, kata Hayani, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak keamanan dari Kepolisian Resor (Polres) Kendari untuk melakukan pengamanan dalam melakukan pencabutan nomor urut.

“Karena daya tampung ruangan sangat terbatas. Selain tim pemenangan paslon yang diundang kami juga mengundang pihak lain seperti dari tim Pantitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Kendari, serta PPK dan PPS se-Kota Kendari yang berjumlah lebih dari 200 orang,” tegasnya. (p5/lex)

To Top