Survei IPI : ADP Unggul Tipis – Berita Kota Kendari
Headline

Survei IPI : ADP Unggul Tipis

jKENDARI, BKK– Survei Pilkada Kendari kembali dirilis oleh salah satu lembaga survei ternama dari Kota Makassar, PT Indeks Politica Indonesia. Hasil pengambilan data di Oktober ini menunjukkan elektabilitas pasangan Adwiatma Dwi Putra – Sulkarnaen memimpin sementara dengan persentase 30,8 persen.

Meski demikian, kubu ADP – Sul tidak boleh terlalu senang dulu. Sebab elektabilitas dua rivalnya, yakni Abdul Rasak – Haris Andi Surahman serta Zayat Kaemoedin hanya selisih tipis, yakni masing-masing 28,4 % dan 28,1%. Adapun yang belum memberikan jawaban, merahasiakan atau mengaku tidak tahu, sebanyak 12,7%.
Dengan selisih di bawah 3 persen, persaingan para pasangan calon ini pun dipastikan sangat ketat. “Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, Pilwalkot Kendari ini sangat dinamis, sebab elektabilitas ketiga pasangan calon
ini sangat bersaing. Sangat tipis,” kata Direktur PT IPI, Suwadi Idris Amir, saat dihubungi Berita Kota Kendari di Makassar, Minggu (23/10) kemarin.
Dalam rilis yang PT IPI yang dikirimkan, IPI memaparkan survei elektabilitas tiga Paslon dilakukan dengan melalui metode pertanyaan terbuka dan tertutup. Pada pertanyaan terbuka, elektabilitas ADP – Sul berada di 30,8 persen, Rasak – Haris (28,4 %) dan Zayat – Suri (12,7 %), tidak tahu/tidak menjawab (12,7 %) seperti yang dikemukakan di atas.
Adapun pertanyaan tertutup, hasilnya tidak jauh berbeda. ADP – Sul di posisi teratas dengan 22,4 %, disusul Rasak – Haris (19,3 %) dan Zayat – Suri (18,9 %). Sebanyak 39,4 persen responden tidak menjawab atau masih merahasiakan jawabannya.
Lantas, apa yang membedakan pertanyaan terbuka dan tertutup? Suwadi menerangkan, pertanyaan terbuka berarti para responden diberikan pertanyaan yang terencana dan jelas. Para responden diminta untuk memilih satu dari tiga nama pasangan calon yang dipilih seandainya Pilkada digelar pada Oktober ini.
Sementara pertanyaan tertutup, petugas survei langsung memberikan pertanyaan siapa yang akan dipilih tanpa menyebut nama calon. “Kalau pertanyaan terbuka itu, kita mempersilahkan responden untuk memilih satu dari tiga nama pasangan. Kalau pertanyaan tertutup itu spontan. Kita tanya siapa yang Anda pilih, mereka langsung jawab. Jadi kalau pertanyaan tertutup itu lebih mencerminkan pemilih fanatik. Nama calonnya sudah top of mind. Tanyanya spontan, jawabnya juga spontan,” kata Suwadi yang sudah mengantar sejumlah bupati/wali kota memenangkan Pilkada di Sulsel dan daerah Indonesia Timur ini.
Baik pertanyaan terbuka maupun pertanyaan tertutup, hasil survei menunjukkan elektabilitas ketiga pasang calon ini hanya terpaut tipis. Situasi ini, kata Suwadi, harus kreatif dan masif dalam melakukan kerja-kerja politik.        Suwadi juga mengungkapkan peta kekuatan masing-masing pasangan, terutama di wilayah yang menjadi strong voters. ADP – Sul menguat di tengah kota, terutama pada Kecamatan Kendari dan Kendari Barat. ADP – Sul juga mampu menetrasi wilayah yang menjadi ‘kekuasaan’ Rasak – Haris dan Zayat – Suri.
Adapun basis pasangan ArRahman, tagline Rasak – Haris, berada di Kecamatan Baruga, Abeli, Mandonga, Puuwatu dan Poasia. Sebaliknya, Rasak – Haris juga mampu meraih simpati pemilih di basis strong voters ADP – Sul, di Kecamatan Kendari dan Kendari Barat.
Sementara pasangan Zayat – Suri, menguat terutama di Kecamatan Wuawua dan Kadia. Tetapi pasangan ini juga cukup berpengaruh di Kendari, Kendari Barat, Baruga dan Abeli.
“Swing voter yang cukup rendah membuat para kandidat harus berjuang merebut suara di basis lawan. Ini butuh kreativitas dan mungkin ongkos politik tinggi, khususnya untuk kegiatan silaturahim dan mobilisasi massa yang besar,” tandasnya.

IPI melakukan pengumpulan data selama sepekan yang dimulai dari tanggal 10  Oktober 2016. Metode sampling yang digunakan adalah multistage random sampling dengan jumlah responden 440 orang tersebar di seluruh kecamatan. Wawancara dilakukan dengan tatap muka menggunakan kuisioner. Hasil survei ini diklaim memiliki tingkat kepercayaan 95 persen, dengan margin of error 4,8 persen.
Sayangnya, dari tiga pasangan yang dimintai tanggapannya, hanya kubu ADP – Sul yang mengomentari hasil survei ini. Adwiatma Dwi Putra menjawab singkat bahwa sulit untuk menanggapi hasil survei dengan selisih setipis itu.
“Saya no comment karena (masalahnya) selisihnya sangat tipis,” katanya.
Sementara kubu lainnya, Rasak – Haris dan Zayat – Suri belum memberikan tanggapannya.
Sebelumnya, PT Barometer Suara Indonesia juga merilis hasil survei per Oktober ini kepada publik dengan hasil yang tidak jauh berbeda. Tiga pasang ini bersaing ketat dengan selisih persentase yang sangat tipis, meski untuk sementara ini, pasangan ADP – Sul yang unggul.
Untuk diketahui, PT BSI dan PT IPI sejauh ini merupakan lembaga survei independen. (aha)

To Top