Polda Amankan 4 Tersangka, 164 Karung Bahan Peledak, 106 Botol Bom Ikan – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Polda Amankan 4 Tersangka, 164 Karung Bahan Peledak, 106 Botol Bom Ikan

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI PRESTASI. Empat tersangka serta barang bukti bahan peledan dan bom ikan yang merupakan hasil penangkapan Direktorat Polisi Perairan Kepolisan Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) selama lima bulan terakhir, diperlihatkan kepada wartawan dalam acara press release di Mapolda Sultra, Kamis (20/10) kemarin.

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI
PRESTASI. Empat tersangka serta barang bukti bahan peledan dan bom ikan yang merupakan hasil penangkapan Direktorat Polisi Perairan Kepolisan Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) selama lima bulan terakhir, diperlihatkan kepada wartawan dalam acara press release di Mapolda Sultra, Kamis (20/10) kemarin.

KENDARI, BKK – Jajaran Direktorat Polisi Perairan Kepolisan Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan prestasinya selama lima bulan terakhir ini. Dalam kurun Juni – Oktober, polisi perairan berhasil mengamankan 164 karung bahan peledak jenis Na (Ammonium Nitrate) dan 106 botol bom ikan siap pakai. Kasus ini juga menjerat empat orang tersangka.
Kasubdit Gakkum Pol Air AKBP Agus Budi SIK mengatakan keberhasilan polisi ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat. Dia pun berharap masyarakat terus membantu aparat penegak hukum untuk mengungkap setiap pelanggaran di wilayah perairan Sulawesi Tenggara.
Dalam acara Press Release yang digelar di Kantor Direktorat Kepolisian Perairan, Polda Sultra, AKBP Agus merinci kronologis beberapa kasus. Dimulai dari penangkapan sepanjang Oktober ini.
Pada 2 Oktober lalu, patroli Polair mengamankan satu perahu tanpa nama yang memuat 8 karung Ammonium Nitrate, 120 botol bom ikan siap pakai, 10 sumbu peledak serta 8 Detonator. Satu orang turut diamankan dan dijadikan tersangka. Diduga kuat, botol-botol bom ikan itu akan disalurkan kepada para nelayan yang sudah memesan.
“Berdasarkan dari keterangan pelaku, mereka membuat rompong, ada jangkar ada tali dan diberi daun-daunan sehingga ikan kumpul. Pada jam 10 malam kapal mereka datang, dikasih penerangan lampu. Kemudian jam enam pagi mereka lemparkan bom ikan,” tuturnya.
Kemudian pada Minggu 16 Oktober 2016, jajaran Subdit Gakkum dibantu dengan personil kapal XX2003 dan XX2004 menangkap dua orang lelaki yang diduga menguasai dua karung Ammonium Nitrate tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah.
“Secara keseluruhan (di Oktober ini) kita sudah sita 3 perahu tanpa nama, 95 karung Ammonium Nitrate, dan empat tersangka,” terangnya.
Empat tersangka tersebut akan dijerat pidana sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat 1, UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang Bahan Peledak, sub pasal 109 Jo pasal 113 jo pasal 57 ayat 2 UU no 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.
Di tempat yang sama, Kasubdit PID Polda Sultra, Kompol Dolfie Kumase menambahkan, aksi pengeboman ikan ini merupakan kejahatan yang serius. Terlebih jika bahan peledak itu disalahgunakan, untuk tujuan terorisme misalnya.
Selain itu, pengeboman ikan tidak saja membahayakan manusia, namun sudah terbukti merusak ekosistim laut. (p4/aha)

To Top