Kasuistika

Lagi, Imigrasi Tangkap 8 WNA China

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI TAK KAPOK. Petugas Imigrasi Klas IA Kendari serta Polres Kendari memperlihatkan delapan WNA asal Tiongkok yang ditangkap karena dugaan pelanggaran keimigrasian, dalam konferensi pers di Kantor Imigrasi Kendari, Kamis (20/10).

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI
TAK KAPOK. Petugas Imigrasi Klas IA Kendari serta Polres Kendari memperlihatkan delapan WNA asal Tiongkok yang ditangkap karena dugaan pelanggaran keimigrasian, dalam konferensi pers di Kantor Imigrasi Kendari, Kamis (20/10).

KENDARI, BKK- Hukuman penjara, pengusiran dan pencekalan masuk kembali ke Indonesia terhadap sejumlah Warga Negara Asing asal China tampaknya tak membuat kapok WNA lainnya. Terbukti, sejumlah WNA asal Tiongkok
tetap nekat melakukan pelanggaran keimigrasian, meski akhirnya tertangkap juga.
Rabu (19/10) lalu, pihak Imigrasi Klas I A Kendari kembali menemukan dan menangkap sebanyak 8 WNA asal Tiongkok. Mereka dibekuk di rumah kontrakan, di BTN Sahaji, Jl Halu Oleo, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Delapan WNA asal Tiongkok yang berhasil diamankan yakni, Liu Dingan, Wu Weiyong, Liu Ruyi, Chen Xinpeng, Yin Yuri, Wang Wanhdong, Zhou Xingwang, dan Xiao Zhenggao.
Kepala Seksi Informasi dan Sarana Komunikasi Keimigrasian, Letehina SH mengatakan, penangkapan terhadap 8 WNA ini berawal dari informasi dari Bagian Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Kendari. “Mereka dapat info dari masyarakat mengenai keberadaan 8 WNA ini. Setelah itu, kita lakukan penggerebekan. Saat dicek, mereka hanya punya visa kunjungan, tetapi diduga akan tinggal bekerja,” kata Letehina dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Imigrasi Kendari, Kamis (20/10).
Dalam konferensi pers tersebut, 8 WNA asal Tiongkok ini juga turut diperlihatkan. Mereka dikenakan kemeja hukuman berwarna oranye.
Letehina melanjutkan, setelah dilakukan pemeriksaan, visa kunjungan 8 WNA ini sudah habis masa berlakunya (30 hari). Karena itu, Imigrasi akan segera memproses pendeportasian sekaligus pencekalan kembali ke Indonesia.
Sebelumnya, DPRD Sultra sudah mendesak pihak terkait agar menyeriusi keberadaan WNA asal China yang masuk ke Sulawesi Tenggara, menyusul banyaknya yang tertangkap melakukan pelanggaran imigrasi. Ada dugaan, masuknya para pelanggar keimigrasian ini difasilitasi oleh sebuah jaringan tertentu untuk bekerja di proyek-proyek smelter pertambangan.
Namun yang paling mengkhawatirkan adalah potensi konflik sosial di masa depan akibat ketidakadilan dalam lapangan kerja. (p4/aha)

To Top