Headline

Tim Pemenangan Rasak – Haris Protes Hasil Survei BSI

KENDARI, BKK– Perilisan survei terbaru dari PT Barometer Suara Indonesia mendapat protes dari tim pemenangan dan relawan pasangan Abdul Rasak – Haris Andi Surahman.
Menurut mereka, ada kekeliruan yang mungkin dilakukan oleh lembaga survei mengenai tingkat dukungan pemilih terhadap tiga pasangan.
Liaison Officer atau Penghubung Tim Pemenangan Rasak Haris, Toyo menyatakan, setelah hasil survei itu dirilis ke publik, tim pemenangan merasakan ada yang ganjil mengenai angka-angka yang disodorkan. Terutama yang mengacu pada persentase dukungan pemilih terhadap pasangan calon.
“Melihat respons masyarakat pada 300 titik yang sudah kita datangi, kami sangat yakin bahwa dukungan terhadap pasangan kami masih tertinggi,” kata Toyo saat menggelar konferensi pers di Posko Pemenangan Rasak – Haris, Jl Saosao, Kendari, Selasa (18/10) kemarin.
Dari survei BSI itu, pada poin tingkat dukungan pasangan calon disebutkan pasangan ADP – Sul menempati posisi tertinggi dengan persentase 32,7 persen. Sementara Rasak – Haris berada di urutan kedua dengan persentase 27,1 persen. Sementara Zayat – Suri 26,8 persen.
Yang aneh menurut Toyo, pada poin Zona Dapil KPUD Kendari, Rasak – Haris disebutkan mendulang dukungan tertinggi di zona 2 (Abeli dan Poasia) sebesar 51,55 persen, zona 3 (Baruga dan Kambu) sebesar 37,50 persen dan zona 5 (Mandonga dan Puuwatu) sebesar 38,60 persen.
Sedangkan ADP-Sul hanya unggul di zona 1 (Kendari dan Kendari Barat) sebesar 36,45 persen dan Derik – Suri hanya unggul di zona 4 (Kadia dan Wuawua) sebesar 37,40 persen.
Berdasarkan asumsi hitung-hitungan per zona itulah, mereka berpendapat harusnya yang unggul adalah pasangan Rasak-Haris dengan persentase
33,7 persen. ADP – Sul justru hanya mencapai 26 persen lebih, sementara Derik – Suri di angka 30 persen lebih.
“Jadi ini analisa hasil perhitungan per zonanya, dijumlah dari lima zona ini,” kata Toyo didampingi LO lainnya, Alfian.
Saat ditanya apakah pasangan Rasak – Haris sudah punya hasil survei sendiri sebagai pembanding hasil survei BSI, Toyo mengakui memang belum ada. “Sekali lagi, kami sampaikan koreksi ini agar hasil survei yang dirilis ke publik benar-benar tepat, supaya masing-masing dari kita mendapatkan kepercayaan dari masyarakat,” tutupnya.
Dikonfirmasi terpisah, Direktur Eksekutif PT BSI, Baso Effendi menyatakan hasil survei tersebut sudah mengikuti metodologi yang diterapkan dalam ilmu survei. Karena itu, dia menjamin hasil survei tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Baso juga mengimbau agar koreksi atau sanggahan terhadap hasil surveinya, seharusnya berdasarkan data-data yang valid. “Kalau kemudian mau komplain data, harusnya sodor data juga,” kata Baso.
Dia pun menantang secara terbuka kepada siapapun untuk melakukan survei Pilkada Kendari, untuk membuktikan kebenaran survei BSI. “Ayo sama-sama kita survei, kita sama-sama turun ke lapangan, lalu umumkan hasilnya sama-sama melalui konferensi pers,” tegasnya.
Baso juga membantah bahwa survei yang dirilisnya itu merupakan pesanan salah satu calon. “Kalau ada yang bilang ini survei pesanan, coba langsung sebut nama (pemesannya). Kami minta itu dibuktikan, supaya kami juga bisa menggugat balik,” tekannya.
Dia menjelaskan, memang dulunya mereka bekerjasama dengan Ishak Ismail. Namun sayangnya, Ishak Ismail gagal maju di Pilkada Kendari. Karena itu, dia menegaskan survei tersebut benar-benar independen, sekadar memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai perkembangan dukungan kepada masing-masing calon.
Dihubungi terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Kendari, Hayani Imbu mengimbau kepada seluruh lembaga survei agar segera mendaftarkan diri ke KPU Kendari. Pasalnya, survei diatur dalam PKPU No 5 tahun 2015 tentang Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati/Wali Kota dan Wakil Bupati/Wakil Wali Kota.
Dalam pasal 41 disebutkan, masyarakat dapat melakukan survei atau jajak pendapat dan perhitungan cepat hasil pemilihan
. Adapun objek survei adalah tentang prilaku pemilih, hasil pemilihan, kelembagaan pemilihan serta pasangan calon.
“Sekarang kan belum ada pasangan calon. Baru bakal pasangan calon,” ujarnya.
Dia melanjutkan, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari baru akan ditetapkan oleh KPU Kendari pada 24 Oktober. Setelah penetapan itu, KPU berencana mengundang kepada lembaga yang ingin melakukan survei, agar mendaftar di KPU.
“Silahkan mendaftar setelah ada pasangan calon. Syaratnya menyerahkan dokumen akta pendirian badan hukum, susunan pengurusan lembaga, surat keterangan domisili dan pas photo,” katanya.
Yang paling penting, kata Hayani, seluruh lembaga survei harus menjamin netral alias tidak berpihak kepada kandidat tertentu. Hal itu diperlukan agar tidak mengganggu jalannya proses pemilihan.
“Kami yakin kawan-kawan di lembaga survei sudah tahu tentang ini. Bahwa ada kode etik, dan pelanggaran terhadap kode etik itu bisa disidangkan jika ada laporan atau keberatan dari masyarakat,” katanya. (aha)

To Top