Lagi, Polisi Sikat Jaringan Sabu Modus Tempel – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Lagi, Polisi Sikat Jaringan Sabu Modus Tempel

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI TUKANG JEMPUT. Kasat Res Narkoba Polres Kendari, AKP Jumardin saat memperlihatkan dua kurir serta sabusabu dan motor sebagai barang bukti, di Polres Kendari, Kamis (13/10) kemarin.

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI
TUKANG JEMPUT. Kasat Res Narkoba Polres Kendari, AKP Jumardin saat memperlihatkan dua kurir serta sabusabu dan motor sebagai barang bukti, di Polres Kendari, Kamis (13/10) kemarin.

KENDARI, BKK – Pengembangan kasus sabusabu modus transaksi dengan cara tempel di tempat umum kembali membuahkan hasil. Kali ini, aparat Polres Kendari berhasil menciduk dua orang saat hendak menjemput barang haram tersebut.
Kedua orang ini, ED dan IS, tertangkap basah saat mengambil sabusabu yang ditempelkan di dinding gang kecil di samping SMAN 9 Kendari, Jl Diponegoro, Kelurahan Punggaloba, Rabu (12/10) malam lalu. Mereka pun langsung digelandang ke Mapolres Kendari oleh petugas yang sudah mengintai gerak-gerik mereka.
Kepada Berita Kota Kendari, ED mengakui sudah menjalani profesi penjemput sabusabu tempel itu sekitar dua minggu. Tugasnya hanya semacam perantara transaksi antara pengedar dan pengguna. Dalam hal ini, ED ditugaskan mengambil paket sabusabu itu dari informasi yang diberikan oleh pengguna. Sebagai imbalannya, dia akan memperoleh paket kecil sabusabu
“Kalau saya sudah selesai menjemput sabu, saya dikasih paket kecil sebagai sabagai imbalan jasa saya,” terangnya
Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Kendari, Ajun Komisaris Besar (AKP) Jumardin mengatakan, penangkapan ini berdasarkan laporan dari warga mengenai adanya aktivitas mencurigakan di dalam gang. “Mereka ini katanya sebagai penjemput sabu yang bahasa lainnya sekarang itu main sistem tempel, sehingga anggota membuntuti keduanya” ucap Jumardin, saat ditemui diruangan kerjanya, Kamis (13/10)
Dari tangan kedua penjemput ini, polisi menyita sabusabu seberat 27 gram sebagai barang bukti. Sabusabu ini sudah disimpan di dalam bagasi motor dan hendak diantarkan ke alamat pemesannya.
“Anggota masih melakukan pengejaran terhadap seseorang yang menyuruh ED dan IS untuk mengambil barangnya,” katanya.
Masih kata Juwardin, barang bukti lain yang diamankan adalah sepeda motor yang dikendarai kedua pelaku. Dua unit ponsel juga ikut disita untuk menelusuri informasi tambahan dalam mengungkap jaringan peredaran sabusabu modus tempel ini.
Kedua pelaku pun sudah ditetapkan sebagai tersangka. Polres Kendari menyiapkan pasal 112 dan 114 UU Narkotika untuk menjerat kedua tersangka. Ancamannya antara 5 sampai 20 tahun penjara. (p4/aha)

To Top