Kejati Ambil Alih Kasus Proyek WSK – Berita Kota Kendari
Headline

Kejati Ambil Alih Kasus Proyek WSK

RUDINAN/BERITA KOTA KENDARI KONTROVERSI. Proyek pembangunan Water Sport Kendari masih menjadi kontroversi.

RUDINAN/BERITA KOTA KENDARI
KONTROVERSI. Proyek pembangunan Water Sport Kendari masih menjadi kontroversi.

KENDARI, BKK- Kejaksaan Negeri Kendari mengakui kasus proyek Water Sport Kendari (WSK) tahun anggaran 2015 sudah diambil alih oleh pihak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara. Namun pihak Kejari membantah pengambilalihan ini karena adanya kekhawatiran kasus ini akan dihentikan oleh Kejari atau diSP3-kan.
Kepala Seksi Intelijen Kendari, Muhammad Indra Efendi SH mengatakan, pengambilalihan ini bukan karena adanya masalah di Kejari.  Namun lebih diartikan sebagai pelimpahan kepada yang lebih berwenang mengingat proyek tersebut menggunakan APBN.

“Untuk penyelidikan bisa saja pihak Kejari yang melakukan pemeriksaan, tetapi untuk kepenyidikan pihak kejati Sultra yang ambil alih. Kan sama-sama satu instansi kejaksaan,” kata Indra kepada Berita Kota Kendari, Kamis (13/10).
Ia menambahkan, pengalihan kasus tersebut atas permintaan dari pihak Kejati Sultra pada Jumat (7/10) lalu. Namun untuk alasan yang lebih rinci, Indra sama sekali tidak mengetahuinya.
“Memang kalau APBN seharusnya yang tangani pihak kejati. Bukannya lama, prosesnya sampai saat ini masih sementara berlanjut kok. Intinya kasus ini diambil alih oleh Kejati Sultra karena menggunakan anggaran dari APBN,” jelasnya.
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Kendari, Tadjudin SH tak bisa dihubungi. Telepon selulernya aktif namun tidak dijawab.
Sementara Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Kejati Sultra, Janes Mamangkey SH membenarkan pihaknya telah mengambil alih kasus tersebut. Dia menjelaskan, pengambilalihan itu dilakukan karena Kejati berpendapat masih ada kekurangan yang belum dilengkapi saat penyelidikan di Kejari Kendari.
“Iya kami sudah ambil alih kasusnya dan telah tingkatkan ke penyidikan. Tidak ada persoalan, hanya saja memang kasus ini kami ambil alih untuk dilanjutkan ke proses penyidikan,” ujar Janes.
Sementara itu, Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Zainal Koedoes mengatakan, dirinya akan tetap kooperatif sekalipun kasus itu sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan dan diambilalih oleh Kejati Sultra. “Kalau memang keterangan saya dibutuhkan, pasti saya akan hadir. Karena sebagai warga yang taat akan aturan hukum pasti memenuhi panggilan jaksa,” kata Zainal seraya yakin tidak ada persoalan dalam proyek tersebut.
Zaenal menjelaskan, pembangunan WSK menelan anggaran Rp 3,5 miliar dan dikerjakan secara bertahap. “Anggarannya itu cair bertahap. Kemarin juga sempat diperiksa langsung dari kementerian tetapi memang spesifikasi pembangunannya itu sudah sesuai. Pembangunannya itu semua sudah disesuaikan dengan anggaran yang ada,” pungkasnya. (p5/aha)

To Top