Suksesi

Gagal Bertarung di Pilkada Buton, Pengunduran Diri Farid Bachmid di DPRD Tetap Diproses

KENDARI, BKK – Kegagalan Farid Bachmid untuk bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Buton sebagai bakal calon wakil bupati, tidak membuat proses pengunduran dirinya di DPRD Buton terhenti.

Ketua DPRD Buton La Ode Rafiun mengatakan, pihaknya wajib memperoses pengajuan pengunduran diri legislator PDIP tersebut berdasarkan ketentuan yang berlaku. Hal itu menjadi salah satu konsekuensi politik yang harus diterima Farid yang tidak bisa lagi kembali menjadi anggota dewan, meskipun tidak terakomodir sebagai calon wakil bupati.

“Sejak Farid ajukan pengunduran dirinya di DPRD, saya sebagai pimpinan menerima pengunduran diri itu dan saya langsung lakukan proses. Kalau dia mau kembali lagi karena mungkin tidak lulus pintu, ya tidak bisa lagi. Kalau tidak puas bisa saja dia melakukan langkah hukum dengan menggugat saya karena sudah terlanjur memproses itu,” kata Rafiun saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon genggamnya, Kamis (13/10).

Ia menambahkan, sejauh ini surat keputusan (SK) pengunduran diri Farid belum keluar karena masih menunggu nama pengganti yang bersangkutan dari PDIP.

“Kami juga sudah meminta ke PDIP siapa yang akan direkomendasi untuk menggatikan Farid sebagai anggota DPRD Buton di fraksi PDIP,” jelasnya.

Rafiun menegaskan, sejak mengajukan surat pengunduran diri maka Farid tidak lagi dilibatkan pada kegiatan DPRD, seperti konsultasi ataupun kegiatan lainnya.

“Sejak enam bulan terakhir Farid sudah tidak aktif lagi di DPRD Buton. Haknya Farid itu, ya mungkin tentunya tinggal gaji saja. Gaji pun ini nanti akan kita konsultasikan di Biro Hukum Pemprov Sultra, tetapi kalau menyangkut seperti konsultasi ataupun kegiatan-kegiatan kedewanan yang lainnya, saya sebagai pimpinan DPRD tidak mungkin lagi mengabulkan itu, karena pada hakekatnya dia sudah mengundurkan diri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rafiun mengungkapkan, sebelumnya ia telah memberitahukan kepada Farid untuk tidak mencalonkan diri sebagai wakil bupati dan tetap menjadi anggota DPRD Buton. Namun hal itu tidak diperdulikan Farid hingga permohonan pengunduran dirinya dilakukan sampai dua kali.

“Saya sempat sampaikan kepada orang yang dikuasakan Pak Farid untuk mengantar surat pengunduran dirinya bahwa jangan mengudurkan diri dan malah saya tolak dua kali. Mestinya dia berikan ke saya itu selaku pimpinan adalah surat pemberitahuan saja bahwa dia mau calon, supaya saya tau, tapi justru tidak mau , malahan saya ditelpon Farid agar menerima pengunduran diri itu dan segera diproses, akhirnya saya proses,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pencalonan Farid di Pilkada Buton bersama pasangannya, Hamim, gugur karena tidak memenuhi syarat yang ditentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kami menegaskan, bukan pihak KPU Buton yang menggugurkan pencalonan Hamim – Farid, melainkan pasangan itu tidak memenuhi 20 persen syarat awal untuk melakukan pendaftaran di KPU,” tegas Ketua KPU Buton Alimuddin. (p5/nur)

To Top