Polisi Tangkap Enam Rampok Spesialis Nasabah Bank – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Polisi Tangkap Enam Rampok Spesialis Nasabah Bank

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI MODUS KEMPIS BAN. Polda Sultra memperlihatkan enam orang perampok yang awal Oktober lalu menggasak uang tunai Rp 150 juta dari warga yang baru saja mencairkan uang perusahaan di salah satu bank di Kendari. Kawanan ini beraksi dengan modus pengempesan ban mobil.

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI
MODUS KEMPIS BAN. Polda Sultra memperlihatkan enam orang perampok yang awal Oktober lalu menggasak uang tunai Rp 150 juta dari warga yang baru saja mencairkan uang perusahaan di salah satu bank di Kendari. Kawanan ini beraksi dengan modus pengempesan ban mobil.

KENDARI, BKK – Sepak terjang enam perampok ini berakhir di tangah polisi. Setelah malang melintang dalam dunia kejahatan di beberapa provinsi, mereka pun harus bertekuk lutut.

Enam perampok ini masing-masing SA alias Udin alias Bangkok (40), EF alias Tata (62), MA alias Ecce (40), YA (19) serta SA alias Edang (32). Mereka berhasil diamankan di sejumlah lokasi berbeda di Kota Makassar, pada Minggu (9/10) lalu.
Polisi menyatakan para pelaku ini merupakan spesialis nasabah bank dengan modus kempes ban kendaraan korban. Mereka pun terkenal sadis karena tak segan-segan melukai korbannya jika melakukan perlawanan.
Sebelumnya, kawanan rampok ini pernah beraksi di Kendari, awal Oktober ini. Mereka merampok salah seorang warga di tengah siang bolong, setelah membuntutinya dari sebuah bank. Uang tunai Rp 150 juta pun berhasil dibawa kabur.
Berawal dari kasus inilah, Polda Sultra membentuk tim khusus. Hasil pengembangan menunjukkan para pelaku diduga beraksi di Kota Makassar, bahkan sampai di Denpasar, Bali. Polisi menduga mereka berasal dari komplotan yang sama mengingat modus yang digunakannya adalah mengempeskan ban kendaraan korban, yang baru saja mencairkan uangnya dari bank.
Dari situ, Polda Sultra pun membentuk tim gabungan dengan Polda Sulsel dan Polda Bali. Alhasil, tim ini berhasil mengidentifikasi keberadaan pelaku saat kembali ke Kota Makassar, lalu menangkapnya satu per satu. Setelah itu, mereka diterbangkan ke Kendari untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Rabu (12/10) kemarin, Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara memperlihatkan hasil tangkapannya.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Sultra, Kombes Pol Chuzaini Patappoi mengatakan, ke-6 pelaku ini ditangkap di tempat yang berbeda. Satu pelaku ditangkap di Kendari, sedangkan lima lainnya ditangkap di Kota Makassar.
Dari hasil penyelidikan sementara, ke-6 pelaku ternyata sudah pernah dipenjara atas kasus yang sama. Sayangnya, penjara tak membuat mereka kapok. Mereka kembali beraksi, namun tertangkap lagi.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih pada anggota dari Sultra dan Sulsel atas keberhasilannya dalam mengungkap kasus ini. Ada enam tersangka berhasil ditangkap. Sebenarnya masih ada satu orang lagi, namun belum berhasil kita temukan. Dia sudah jadikan dia DPO (Daftar Pencarian Orang),” tuturnya Chuzaini Patappoi. di Mapolda Sultra.
Dari hasil penangkapan tersebut, aparat menyita sejumlah uang tunai dan perhiasan emas yang diduga merupakan hasil kejahatan mereka. Uang tunai yang disita sebanyak Rp 15 juta dan satu kalung emas senilai Rp 1,3 juta.
Selain itu, turut pula diamankan dua unit sepeda motor yang digunakan oleh para pelaku dalam melancarkan aksinya. Ada juga ponsel, dompet dan dua buah paku modifikasi yang digunakan untuk mengempeskan ban mobil korban.
Kombes Chuzaunu melanjutkan, kawanan rampok ini sudah terlatih dalam menjalankan aksinya. Mereka berbagi tugas, mulai pengintai, pengempes ban, serta eksekusi harta korbannya. Modus yang sering digunakan adalah, setelah tim pengintai menentukan sasaran korban di sebuah bank, tim lain akan mencari jalur yang aman untuk meletakkan paku modifikasi.
Setelah paku dilindas ban dan kempes, ada lagi tim yang meneriaki korban bahwa ban mobilnya kempes. Korban yang tak sadar sudah masuk dalam operasi kejahatan ini biasanya turun untuk mengecek kondisi kendaraannya. Disitulah tim lain akan bergerak cepat membobol mobil korban, menyambar tas atau bungkusan yang berisi uang tunai.
“Saat korban nasabah bank menghentikan mobil dan turun dari mobil melakukan pengecekkan pada kendaraannya, saat itu juga pelaku ini melakukan aksinya dan mengambil uang korban,” tuturnya.
Kombes Chuzaini juga membenarkan bahwa korban yang dirampok uangnya di Jl Haluleo, Kendari itu merupakan anggota keluarga dari Polda Sultra. Korban sendiri merupakan salah seorang pengusaha, namun yang mengalami perampokan adalah salah satu pegawainya yang dipercayakan mencairkan uang di bank.
Dari hasil interogasi, para pelaku mengaku sudah menghabiskan uang hasil rampok tersebut. Setelah dibagi, uang rampokan itu pun digunakan untuk macam-macam keperluan. Mulai berfoya-foya, pesta narkoba atau miras, bayar hutang, bahkan kebanyakan juga mengaku memanjakan istrinya dengan membelikan perhiasan emas.
Polisi menyiapkan pasal 363 junto 556 tentang pencurian dengan  pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (p4/aha)

To Top